Saya bertanya



  • Selamat siang,.
    Saya dian dari kediri,.
    Saya ingin bertanya,
    Kemana saya harus lapor jika tetangga saya ada yang mengalami sakit batuk pilek demam seperti gejala covid-19.?
    Lalu apa konsekuensi Yang akan saya dapatkan jika saya lapor dan ternyata tetangga saya itu negatif covid-19.?
    Karna beliau itu sudah berumur sekitar 60thn dan masih bekerja sebagai penjual sayur dari rumah ke rumah di daerah lain.
    Mohon pencerahannya karna tetangga saya itu sangat minim informasi tentang covid-19 ini dan sanak saudara saya tempatnya bersebelahan dengan beliau,.
    Terimakasih,.


  • Relawan

    Halo @dian-mardiansyah izinkan saya untuk menjawab
    Nah untuk gejala dari orang yang sudah muncul tersebut alangkah baiknya untuk mengkarantina dirinya sendiri antara 2 sampe 14 hari kedepan di rumah, dan jika masih menunjukan gejala yang sama langsung melapor ke kepala desa atau yang berwenang di daerah setempat tentang penanganan covid 19 ini, nah untuk pemeriksaan seperti rapid tes dan PCR hanya di prioritaskan kan untuk ODP PDP dan tim medis, dan apabila masih menunjukan gejala yang makin memburuk segera di cek untuk lebih lanjut, untuk penanganan covid 19 ini di biayai pemerintah
    Mungkin itu semoga membantu


  • Relawan

    Selamat siang Dian, mohon izin saya bantu menjawab.

    Sebaiknya Dian mencoba menyampaikan informasi sederhana terlebih dahulu mengenai penyakit ini, cara penularannya, beserta gejala-gejalanya kepada ybs. dan mengimbaunya untuk #DirumahAja serta mengurangi kontak dengan orang lain. Apabila gejala memburuk, dapat segera mencari pertolongan ke pelayanan kesehatan terdekat (puskesmas/klinik).

    Semoga membantu. Salam.



  • @Relawan-Hammam terimakasih kak atas penjelasan nya sangat membantu



  • @Relawan-Regina Tapi kak beliau dan keluarganya jika di beritahu seakan-akan menyepelekan,.



  • Dear @dian-mardiansyah

    Mohon ijin menambahkan
    Kalau memang tetangga saudara ngeyel boleh ditegur dengan sederhana atau sedikit berbagi dengan memberikannya masker untuk rasa saling peduli. Teguran bisa dalam bentuk "sebagai pencegahan penularan pak" dan saudara juga harus memakai sehingga dapat tidak menyinggung perasaan

    Atau juga bisa melalui tetangga yang paling dekat dengan bapak tersebut/pak RT/tokoh agama disekitar/keluarga kandung dari saudara tersebut
    Walaupun nantinya hasilnya negatif namun lebih baik mencegah daripada mengobati

    Semoga membantu
    Terima kasih



  • Assalamualaikum
    Saya Taufiq dari Sumenep
    Apakah Surabaya masih zona merah? Saya mau balik ke Surabaya masih takut, tapi boss saya di tempat kerja saya nyuruh untuk secepatnya balik karena saya sudah 1 minggu gak masuk kerja karena pulang ke Sumenep, saya pulang ke Sumenep sebelum Surabaya zona merah. Kalau saya masih belum balik dan gak masuk kerja, posisi saya di tempat kerja kembali ke training lagi, padahal saya sudah 1 tahun 2bulan kerja di perusahaan tsb. Saya bingung... Kalau balik ke surabaya sekarang di Surabaya zona merah, kalau gak balik, pekerjaan saya terancam.



  • @Taufiq Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Saat ini surabaya masih berada pada zona merah. Lebih baik anda tidak melakukan perjalanan pada daerah terancam karena mencegah terjadinya penularan. Untuk masalah pekerjaan, lebih baik anda konsultasikan kembali dengan kepala pimpinan anda untuk mencapai kesepakatan agar tidak mengalami kerugian pada dua belah pihak.

    Tetap jaga kesehatan, selalu cuci tangan, menjaga pola hidup sehat, terapkan etika batuk dan physical distancing.
    Terima kasih dan salam sehat.


  • Relawan

    Walaikumsallam @Taufiq terima kasih atas pertanyaannya, membantu menjawab dan memberi saran
    jika suatu pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan dan berada pada zona merah maka yang perlu diperhatikan adalah harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, makan makanan yang bergizi yang kaya akan vitamin, Melakukan physical distancing menjaga jarak aman dan selalu mencuci tangan.
    Virus ini tergantung dengan imunitas kita masing-masing maka daripada itu ini sangat perlu diperhatikan dan jangan terlalau khawatir karena jika anda khawatir maka akan menurunkan imunitas anda sendiri

    Terimakasih.


  • Relawan

    Halo @dian-mardiansyah

    Apabila sudah disampaikan informasi terkait bahaya penularan dan imbauan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan kpd ybs., pilihan langkah selanjutnya yang bisa Dian dan keluarga lakukan yaitu dengan melakukan physical distancing dan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, antara lain: selalu mencuci tangan pakai sabun, makan makanan bergizi dan seimbang (4 sehat 5 sempurna), melakukan aktivitas fisik seperti olahraga minimal 30 menit/hari, tidak merokok, dan menjaga kebersihan lingkungan, untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga mampu melawan infeksi.

    Dian dan keluarga juga bisa melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan secara mandiri melalui checkupcovid19.jatimprov.go.id
    Untuk informasi penyebaran jumlah kasus, definisi ODP/PDP, dan daftar RS rujukan di Jawa Timur bisa dicek di http://infocovid19.jatimprov.go.id/

    Semoga membantu
    Salam



  • Selamat sore, saya ingin bertanya tentang kondisi ventilator / respirator di Indonesia bagaimana ya? Apakah jumlahnya masih memadai? Jujur saya agak khawatir setelah beberapa hari lalu melihat video ini https://youtu.be/IXBkjOXiMvw tentang dokter spanyol yang menangis karena di Madrid, mereka terpaksa mencabut ventilator dari orang berusia 65+ untuk menolong yg lebih muda dan berakibat banyak pasien 65+ yang meninggal dunia. Terlepas berita tersebut benar atau tidak (karena pemerintah spanyol membantahnya), saya jujur merasa khawatir akan jumlah ventilator krn alat ini setahu saya sangat mahal. Seandainya memang kurang, mungkin bisa lah sekiranya pemprov menginformasikan kepada organisasi/ormas yang menggalang dana untuk memasukkan ventilator sebagai salah satu bentuk bantuan yg bisa diberikan. Karena selama ini masih seputaran APD yang disumbangkan.


  • Relawan

    Halo @Rhea terima kasih atas informasi yang Anda berikan

    Saya bantu menjawab

    Tidak perlu diperintah untuk menggalang dana. Siapkan donasi terbaik Anda atau bahkan Anda bisa menjadi inisiatornya. Karena kami sangat membutuhkan bantuan Anda untum berperan aktif demj menolong sesama dan Indonesia.

    Untuk saat ini masih belum ada informasi kekurangan ventilator ya.

    Harap berhati hati dengan beredarnya kabar hoax.

    Sekarang dimulai dari Anda untuk tetap #dirumahaja dan dapat melakukan beberapa upaya seperti physical distancing, minum air putih 8 gelas perhari, makan makanan bergizi dan seimbang, cukup tidur 7-8 jam perhari, jangan panik dan hindari stress, olahraga ringan minimal 30 menit perhari, terapkan etika batuk dan bersin, rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta perilaku hidup bersih dan sehat lainnya. Jika sakit dengan gejala ringan silakan isolasi mandiri di rumah. Jika sakit dengan gejala berat silakan kunjungi fasilitas layanan kesehatan terdekat.

    Demikian semoga dapat membantu dan Anda sekeluarga diberikan kesehatan selalu.

    Deteksi dini covid-19 dapat melalui
    https://checkupcovid19.jatimprov.go.id/covid19/

    Info lengkap kunjungi infocovid19.jatimprov.go.id

    Salam... 🙂

    Eswahos Shofiq
    Mahasiswa Ilmu Gizi dan Dietetika



  • Selamat sore,,saya mau tanya virus corona itu semacam bakteri atau apa ya ? Dan bgaimana corana itu begitu cepat menyebar ? Dan apakah sdah dilakukannya penelitian tentang virus tersebut ? Terima kasih.


  • Relawan

    Selamat Petang, Salam Sehat Indonesia!
    dear @achmad-hasani
    virus dan bakteri sangatlah berbeda. perbedaan yang umum adalah bakteri ukurannya lebih besar dibandingkan virus, bakteri sifatnya ada yang patogen dan non patogen. bakteri bisa berkembang biak sendiri sedangkan virus bersifat parasit karena merugikan dan membutuhkan inang untuk bertahan hidup. untuk penelitian sejauh ini masih terus dikembangkan. Alasan mengapa virus cepat sekali berkembang adalah karena virus tidak mudah diobati dengan antibiotik, sedangkan bakteri sebaliknya.
    untuk informasi lebih lanjut silahkan klik link berikut ya
    infocovid19.jatimprov.go.id/

    salam


  • Relawan

    Halo @achmad-hasani
    Mohon izin menambahkan.

    Spesifik pada kasus Coronavirus, salah satu alasan utama penyakit yang ditimbulkannya sangat cepat dan sangat mudah menyebar karena metode penularannya melalui percikan ludah/droplet (virus Corona ada dalam percikan ludah).
    Untuk diketahui, percikan ludah tidak hanya muncul ketika kita berteriak-teriak saja ya, tetapi bicara biasa pun bisa mengeluarkan percikan ludah, yang jangkauannya bisa +- 1,5 meter, karena itu dihimbau melakukan physical distancing.
    Apalagi jika kita bersin, jumlah percikan yang kita keluarkan akan lebih banyak.
    Percikan ludah yang sangat kecil ini seringkali tidak kita sadari ada di sekitar kita, baik itu di telapak tangan, gagang pintu, stang motor, bahkan di telepon genggam kita. Percikan-percikan tersebut apabila berada di tangan dan tangan kita secara tidak sadar menyentuh mulut, mata, ataupun hidung, maka memberikan jalan bagi virus Corona untuk masuk ke dalam saluran pernapasan kita dan menyebabkan penyakit.

    Hal ini berbeda dengan virus Dengue penyebab DBD, misalnya, yang metode penularannya dari gigitan nyamuk. Jadi masuknya virus Dengue ke tubuh kita hanya melalui gigitan nyamuk, di mana jika tergigit nyamuk maka akan terasa.

    Info lebih lanjut terkait Covid-19 dapat diakses di http://infocovid19.jatimprov.go.id/

    Demikian yang bisa saya tambahkan. Semoga membantu.
    Salam.



  • Maaf mau tanya dong, untuk area Pasuruan jika ingin melakukan pemeriksaan mengenai covid19 itu pemeriksaannya prabayar atau gratis?
    Terimakasih mohon jawabannya


  • Relawan

    hello @yumna terima kasih atas pertanyaannya

    pemeriksaan mandiri tanpa gejala atau indikasi apapun sejauh ini akan dikenakan biaya.
    jika saudara sudah mengalami gejala/kontak dengan orang yang dicurigai terinfeksi virus corona, lebih baik periksakan dahulu secara umum ke fasilitas kesehatan terdekat seperti klinik atau puskesmas. selanjutnya dokter akan menyarankan langkah apa yang harus dilakukan.
    jangan lupa untuk tetap dirumah, sering mencuci tangan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat

    semoga membantu
    terima kasih



  • @Relawan-Regina dengan adanya virus corona ini bsa dibilang ancaman kesehatan ya ? Klo sekolah2 diliburkan tpi knp perusahaan2 masih memperkerjakan karyawan2 nya, pdhal klo dipikir2 perusahaan itu bsa di katakan tempat berkumpulnya orang2 atau tempat yang banyak orangnya, pdahal untuk mencegah itu kita semua ada himbauan untuk dirumah aja.


  • Relawan

    Selamat Malam, Salam Sehat Indonesia!
    dear @achmad-hasani
    kebijakan masing masing perusahaan mungkin berbeda. karena hal itu, kita sendiri yang harus menyadari akan resiko terpaparnya virus COVID-19. tindakan pencegahan ketika kita diharuskan untuk tetap bekerja dan tidak bisa #dirumahaja antara lain; menggunakan masker, menjaga kebersihan diri, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, konsumsi makanan sehat dan bergizi, serta menerapkan social distancing (menjauhi kerumunan) dan physical distancing (menjaga jarak antar manusia setidaknya 1 meter).

    informasi selengkapnya bisa klik link dibawah ini ya
    infocovid19.jatimprov.go.id/

    salam



  • Dear @achmad-hasani

    Mohon ijin menjawab
    Memang benar bahwa ada himbauan pemerintah untuk menutup segala usaha dan mengganti usaha tersebut dengan Work From Home. Namun tidak semua usaha masyarakat dapat dilakukan di rumah seperti restauran, bank, toko sembako, dan lain-lain
    Oleh sebab itu dihimbau kepada kepala pemilik perusahaan untuk lebih peduli dengan kesehatan karyawannya seperti pengadaan APD dan pembuatan wastafel.
    Untuk karyawan sendiri dimohon lebih peduli terhadap diri dengan rajin cuci tangan, memakai APD, melakukan physical distance dengan jarak min. 1 meter serta meningkatkan imun dan gizi tubuh

    Saudara juga dapat membagikan link :
    screening online
    http://checkupcovid19.jatimprov.go.id/
    Dan update informasi tentang COVID-19 di http://infocovid19.jatimprov.go.id/#

    Semoga membantu
    Terima kasih


Log in to reply
 



Pengguna Online: