Sekedar Saran



  • Selamat pagi, salam sejahtera dan semoga kita semua diberikan kesehatan dalam menghadapi wabah covid 19 ini.
    Mengingat perkembangan covid 19 yang semakin merebak terakhir hari ini, maka saya ingin sumbangsih saran apabila memang pemprov atau pemerintah pusat tidak atau belum memberlakukan opsi lockdown.
    Sebenarnya opsi social distancing sekarang ini sudah bagus namun, menurut saya, masih diberlakukan setengah hati, baik itu dari pemerintah maupun warganya. Kita bisa lihat masih banyak warga yang beraktifitas diluar maupun berkumpul diluar meskipun ada himbauan untuk tinggal di rumah. Pemerintah juga kurang optimal dalam hal pengawasan pasien PDP maupun ODP yang seharusnya tinggal di rumah. Buktinya ada berita pasien ODP bisa keluar rumah seenaknya saja tanpa memperhatikan resiko penularan (meskipun belum tentu juga ODP ini positif covid 19).
    Menurut hemat saya, ini adalah kesalahan pemerintah, dimana social distancing ini tidak pernah melibatkan masyarakat dalam hal pengawasan. Minimnya informasi tentang detail pasien ODP dan PDP menjadi kendala untuk saling mengawasi dalam masyarakat. Tidak ada salahnya data ini dibuka saja, agar kita juga bisa membantu pemerintah dalam mengawasi pasien ODP dan PDP untuk mencegah penularan covid 19. Tugas pemerintah yang pertama adalah melakukan identifikasi pasien covid 19 sebanyak-banyaknya dan tracing record pasien positif tsb untuk dijadikan data PDP dan ODP. Pasien ODP dan PDP diwajibkan self quarantine di rumah dan pemerintah wajib juga menanggung segala kebutuhan pokok keluarganya semenjak dia ditetapkan dan diwajibkan self quarantine. Tugas masyarakat adalah mengawasi agar pasien tersebut memang benar benar tidak keluar rumah dan kalau memang diperlukan membantu terlebih dahulu kebutuhan pokok keluarga tsb sebelum turun bantuan dari pemerintah. Saya yakin kalau hal ini dilakukan maka kita bisa melewati wabah covid19 ini tanpa perlu lockdown. Jangan hanya himbauan tidak keluar rumah, stay at home, tapi tidak ada pengawasan, tidak ada bantuan sosial, yang kesannya social distancing ini hanya seolah olah jargon saja untuk memerangi covid 19 tapi hasilnya...Virus tetap merebak. Jangan setengah setengah, tegas tidak, berani tanggungjawab juga tidak. Kita yang jadi korban karena ketidak tegasan ini.
    Jadi kesimpulannya Pemerintah berkewajiban identifikasi pasien sebanyak-banyaknya selanjutnya memutuskan pasien tsb wajib self lockdown dan berani bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya dengan menanggung kebutuhan pokoknya. Masyarakat bertugas mengawasi dan membantu apabila ada hambatan bantuan belum tersalurkan.
    Demikian sedikit saran dari saya, apabila ada salah kata, saya ucapkan mohon maaf yang sebesar besarnya.

    Salam,
    Dwibowo



  • @dwibowo Selamat siang.

    Terima kasih atas saran yang membangun dan saya harap anda mengajak teman-teman atau tetangga anda untuk selalu melakukan cuci tangan, pola hidup bersih dan sehat, menerapkan etika batuk, dan physical distancing.

    Terima kasih dan salam sehat.



  • Dear @dwibowo

    Mohon iji menambahkan
    Memberitahukan identitas pasien merupakan hak pasien apakah pasien tersebut bersedia/tidak
    Karena bila saudara lihat dirumah sakit sekitar bapak, publikasi tentang identitas pasien dapat melanggar hak pasien sehingga perlu adanya inform concent.
    Hal tersebut juga berlaku pada pasien-pasien ODP/PDP
    Mengingat jumlah penduduk yang sangat banyak serta banyak serta adanya kabar diskriminasi terhadap pasien ODP dan PDP juga menjadi pertimbangan kami.
    Namun kami juga berterimakasih atas saran yang sudah saudara sampaikan.
    Dan kami harap saudara dapat menjadi pelopor pengawasan pasien ODP/PDP apabila disekeliling saudara terdapat pasien tersebut
    Semoga kita semua dijauhkan dari wabah COVID-19 ini
    Terima kasih


  • Relawan

    Halo @dwibowo terima kasih atas saran yang Anda berikan

    Izinkan saya untuk menanggapi.

    Penetapan lockdown merupakan kewenangan pemerintah pusat, bukan Pemprov Jawa Timur atau pemda.

    Identitas pasien merupakan rahasia yang harus dipegang teguh oleh tenaga kesehatan berdasarkan sumpah dan kode etiknya. Jadi tenaga kesehatan tidak diperkenankan membuka rahasia pasien dalam hal apapun kecuali diminta di pengadilan untuk kesaksian. Sehingga diperlukan kesadaran masyarakat itu sendiri untuk melakukan physical activity. Jika mereka tidak bisa, maka mulaikan dari diri Anda.

    Sekarang di rumah dapat melakukan beberapa upaya seperti physical distancing, minum air putih 8 gelas perhari, makan makanan bergizi dan seimbang, cukup tidur 7-8 jam perhari, jangan panik dan hindari stress, olahraga ringan minimal 30 menit perhari, terapkan etika batuk dan bersin, rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta perilaku hidup bersih dan sehat lainnya. Jika sakit dengan gejala ringan silakan isolasi mandiri di rumah. Jika sakit dengan gejala berat silakan kunjungi fasilitas layanan kesehatan terdekat.

    Demikian semoga dapat membantu dan Anda sekeluarga diberikan kesehatan selalu.

    Deteksi dini covid-19 dapat melalui
    https://checkupcovid19.jatimprov.go.id/covid19/

    Info lengkap kunjungi infocovid19.jatimprov.go.id
    Salam... 🙂

    Eswahos Shofiq
    Mahasiswa Ilmu Gizi dan Dietetika



  • @Relawan-Eswahos
    Dear Relawan
    Memang kerahasiaan medis sudah diatur dalam empat undang-undang (UU), yaitu Pasal 48 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, Pasal 7 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 38 UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, dan Pasal 73 UU Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.

    Pasal 57 ayat (1) UU Kesehatan menyebutkan bahwa setiap orang berhak atas rahasia kondisi kesehatan pribadinya yang telah dikemukakan kepada penyelenggara pelayanan kesehatan. Namun, pada pasal 57 ayat (2), hak atas kerahasiaan itu dikecualikan salah satunya demi kepentingan masyarakat.

    Seharusnya kita lebih melihat keterbukaan ini bukan sebagai pembuka aib seorang pasien, namun demi kepentingan masyarakat yang lebih luas.

    Terimakasih.


  • Relawan

    Halo @dwibowo

    Dalam hal ini diperlukan kesadaran darj masyarakat itu sendiri menganai status kesehatannya.

    Kami sarankan Anda untuk melakukan physical distancing dan PHBS ya... ^^


Log in to reply
 



Pengguna Online: