Rapid Test COVID-19



  • Selamat siang, mau bertanya apakah rapid test untuk COVID-19 bisa untuk semua orang?



  • hai selamat sore untuk saat ini rapid test di prioritaskan bagi orang yang merawat pasien covid 19 kemudian untuk pdp selanjutnya odp yang mengalami peningkatan gejala klinis



  • Saya, senin kemarin baru pulang dari jakarta beserta ibu saya, saya riwayat alergi sehingga sering batuk berdahak disetiap waktu, sekarang ini saya masih batuk kadang beserta pilek kadang enggak, tulang sendi nyeri, dan per hari ini tenggorakannya berasa spt radang dan agak mual, tapi saya tidak demam. Ibu saya tidak mengalami gejala yg seperti sy alami.

    Kemana saya harus periksa?



  • @Budi

    Gak tahu Indonesia pakai yang mana..

    Alat Rapid Test Buatan AS Bisa Deteksi Corona COVID-19 Hanya Dalam 45 Menit

    https://www.google.com/amp/s/m.liputan6.com/amp/4210474/alat-rapid-test-buatan-as-bisa-deteksi-corona-covid-19-hanya-dalam-45-menit



  • @ratna-anggraeni Saya sarankan mbak bisa melakukan deteksi dini secara online (checkupcovi19.jatimprov.go.id). Jika mbak memenuhi kriteria kesehatan yang dituliskan di web tersebut, maka mbak akan mendapatkan saran tindak lanjutnya.


  • Relawan

    @ratna-anggraeni coba hubungi call center 1500 117
    Untuk Informasi lebih lanjut.
    Semoga Baik2 saja 😊


  • Relawan

    Halo Selamat Malam Bapak @Budi
    Saya bantu jawab ya, disini terkait siapa saja yang bisa mendapatkan rapid test. Sesuai aturan pemerintah mereka membuat prioritas siapa-siapa saja yang dapat ditest unruk sekarang ini.

    1. Prioritas Pertama (Kontak Erat Resiko Tinggi)
      Apabila seseorang kontak langsung dengan kasus konfirmasi atau kasus probabel. Siapa yg termasuk di dalamnya? Mereka para tenaga kesehatan, mereka yg tinggal dengan orang ybs, atau mereka yang berpergian bersama dengan ybs.
    2. Prioritas Kedua
      Pasien PDP bila pemeriksaan PCR tidak dpt dilakukan atau memerlukan waktu yang lama.
    3. Prioritas Ketiga
      Pasien ODP bila pemeriksaan PCR tidak dpt dilakukan atau memerlukan waktu yang lama
    4. Prioritas Keempat
      Kontak erat resiko rendah

    Selama tidak ada gejala dan dalam keadaan sehat, untuk saat ini kita bisa
    melakukan anjuran pemerintah untuk diam di rumah saja bila masih tidak ada urusan mendesak, physical distancing, minum vitamin, Rajin cuci tangan atau pakai hand sanitizer, dan menjaga imun tuvuh kita.

    Terima kasih, semoga kita sehat selalu dan dalam lindungan Tuhan.
    --- Relawan Sara



  • Saya mau tanya...
    Beberapa Minggu ini saya sering banget drop Minggu kemarin saya sempat sesak nafas, trus sembuh, beberapa hari yg lalu saya sempat diare, lalu sembuh, dan sekarang saya tiba2 demam namun tidak tinggi hanya 37,9 lalu beberapa Minggu ini saya merasa badan ini lemas minta ampun, dibuat jalan ke kamar mandi balik kamar SDH ngos2an, masak atau berdiri terlalu lama juga rasanya capek luar biasa...
    Saya SDH coba tes online http://checkupcovi19.jatimprov.go.id/ tp hasilnya hanya diminta beristirahat dirumah tdk perlu ke UGD .
    Tp saya khawatir karena saya punya dua anak balita dan suami saya pekerja di pabrik yg nota Bene pasti bertemu dg banyak org, dan juga sebagai kurir...
    Apa yg harus saya lakukan?



  • Assalammualaikum Wr Wb , salam sejahtera bagi kita semua , berkenaan dengan rapid test , sebetulnya pemerintah memberi dengan tujuan :

    1. agar dampak pandemi , tersebut bisa di deteksi dini penyebaran maupun daerah yang terdampak , agar bisa segera di lakukan lokalisir daerah yg terdampak ? Pertanyaannya apabila SOP rapid test tersebut di lakukan seperti di atas , sifatnya cuma lips service , alat di adakan cuma (formalitas ) apabila sudah ada PDP , ? ( alat rapid test tidak bisa maximal karena SDM ikut SOP tersebut diatas !
    2. Terimakasih kepada Seluruh Relawan yang ikut sumbangsih dalam pandemi ini , namun saran saya , relawan yg bergabung atau di tunjuk ( petugas yg di angkat ) oleh staf Kelurahan , Kecamatan lebih mengutamakan yang punya pengalaman medis aktif atau pensiunan , jangan asak comot , karena implementasi di lapangan jauh dari harapan ?
    3. Untuk observasi / dan gugus tugas kalau bisa , di lakukan di setiap puskesmas terdekat , dan kalau bisa posko utama 24 jam - karena puskesmas di Republik ini sdh siap , namun sungguh di sayangkan ini juga tidak di maksimalkan , apalagi dengan SDM yg bertugas , 1 minggu yg lalu sy kr puskesmas terdekat di daerah saya , puskesmas janti kecamatan Sukun , sy di beritahu petugas umum bahwa semenjak ada pandemi Covid - 19 puskesmas tutup lebih awal - jam 11 , bagaimana program pemerintah bisa jalan , dan bisa antisipasi dampak Pandemi covid -19 , kalau garda terdepan puskesmas yg paling dekat dengan rakyat malah , tutup lebih awal , harusnya di canangkan oleh Pejabat yg berwenang di kota/kabupaten terkait , Posko Covid ya di puskesmas terdekat - rujukan RUmah sakitnya di tetapkan gubernur dan pemerintah , sy yakin akan segera terdeksi dan mudah utk melokalisirnya pandemi covid- 19 ini ,
      Semoga bisa terealisasi saran dan masukan ini , Salam Satu Jiwa


  • @Paimo
    AS aja juga masih butuh alat tersebut dalam jumlah yang lebih banyak.


Log in to reply
 



Pengguna Online: