Untuk red zone area kenapa tidak dilakukan rapittest secara menyeluruh?



  • Suami saya sales yg bekerja di area redzone,harus tetp bekerja karna perusahaan ga kasih wfh.
    Bukankah orang dg kategori pekerjaan sperti suami saya jg trmasuk orang dg resiko. Apakah kedepanya akan dilakukan rapittest menyeluruh?



  • Dear @zhafran

    Mohon ijin menjawab
    Untuk pemeriksaan Rapid Test sendiri terdapat beberapa prioritas dikarenakan keterbatasan alat yang tidak memadai dibandingkan jumlah warga melihat wilayan redzone di Jawa Timur cukup banyak.
    Rapid test sendiri diprioritaskan untuk tenaga medis yang merawat pasien positif COVID-19, seseorang yang berada salam satu ruangan dengan pasiem atau seseorang yang dalam satu kendaraan dengan pasien 2 hari sebelum gejala muncul hinggal 14 hari setelah gejala muncul.

    Semoga Membantu
    Terima Kasih


  • Relawan

    selamat malam @zhafran terima kasih untuk pertanyaannya

    sedikit menambahkan, dalam pemeriksaan rapid test dibagi menjadi 4 prioritas

    1. prioritas pertama : yaitu seseorang yang kontak erat dengan kasus konfirmasi. siapa? yaitu petugas medis, orang yang berada dalam satu ruangan, orang yang bepergian bersama-sama mulai dari 2 hari sebelum sampai 14 hari setelah kasus timbul
    2. prioritas kedua : yaitu PDP bila pemeriksaan lanjut tidak memungkinkan maka dilakukan rapid-test
    3. prioritas ketiga : yaitu ODP bila pemeriksaan lanjut tidak memungkinkan maka dilakukan rapid-test
    4. prioritas keempat : yaitu kontak erat risiko rendah

    dalam kasus ini suami mbak merupakan ODR (orang dalam resiko), upaya-upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menghindari kontak fisik dengan orang lain, berperilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan dan menjaga tubuh agar tidak mengalami kelelahan.
    apakah kedepannya akan dilakukan rapid-test menyeluruh? kami juga berharap tes dilakukan secara menyeluruh, namun saat ini ada orang yang lebih diprioritaskan untuk tes tersebut. jika suami mbak mengalami gejala sesuai yang diinformasikan oleh pemerintah dan kementrian kesehatan, silahkan periksakan kondisi tubuhnya sesegera mungkin guna meminimalisir kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi.

    terima kasih
    semoga membantu



  • @Relawan-DimasSSW
    Mohon maaf sebelumnya saya mengikuti berita d metro tv, untuk Bogor sdh d adakan rapid test dengan drive thru. Apakah Pemprov Jatim tdk merencanakan melakukan rapid test untuk daerah jatim? Apakah jatim harus menunggu seperti Jabar baru d adakan rapid test? Mohon penjelasan terimakasih 🙏


  • Relawan

    Halo @Tri terima kasih atas pertanyaan Anda

    Kami sudah lakukan konfirmasi, hal tersebut berdasarkan kebijakan Dinas Kesehatan Kab/Kota masing-masing. Silakan Anda hubungi dinkes kab/kota Anda.

    Untuk saat ini kami informasikan bahwa rapid test di jawa timur tidak secara massal, dilakukan berdasarkan urutan prioritas.

    Harap berhati hati dengan beredarnya kabar hoax mengenai covid-19 ini.

    Sekarang dimulai dari Anda untuk #dirumahaja dan dapat melakukan beberapa upaya seperti physical distancing, minum air putih 8 gelas perhari, makan makanan bergizi dan seimbang, cukup tidur 7-8 jam perhari, jangan panik dan hindari stress, olahraga ringan minimal 30 menit perhari, terapkan etika batuk dan bersin, rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta perilaku hidup bersih dan sehat lainnya. Jika sakit dengan gejala ringan silakan isolasi mandiri di rumah. Jika sakit dengan gejala berat atau dalam waktu lebih 1 minggu dan tak kunjung membaik silakan kunjungi fasilitas layanan kesehatan terdekat.

    Demikian semoga dapat membantu dan Anda sekeluarga diberikan kesehatan selalu.

    Deteksi dini covid-19 dapat melalui
    https://checkupcovid19.jatimprov.go.id/covid19/

    Info lengkap kunjungi infocovid19.jatimprov.go.id

    Salam... 🙂

    Eswahos



  • @Relawan-Eswahos
    Maaf sebelumnya d Jabar telah d lakukan d 27 kota/kabupaten bukankah itu ketentuan & kewenangan Pemprov setempat?


  • Relawan

    Halo @Tri

    Untuk saat ini di provinsi jatim masih menggunakan prioritas seperti yang dijelaskan oleh @Relawan-DimasSSW

    Salah satu alasan diantaranya adalah keterbatasan alat rapid test.

    berdasarkan jurnal, alat rapid test juga memiliki sensitifivas dan validitas yang rendah jadi tidak begitu efektif.

    maka dari itu kami sarankan Anda untuk #dirumahaja


Log in to reply
 



Pengguna Online: