Apakah orang luar Jatim (bukan KTP Jatim) msh diizinkan mudik ?



  • Selamat Malam.
    Saya ini bertanya terkai mudik, saya merupakan mahasiswa di salah satu universitas negeri di Surabaya. Dengan KTP asli Tangesel (Banten), apakah memungkin bagi saya untuk mudik kembali ke daerah asal saya ? karena orang tua saya khawatir disini saya sendiri.



  • This post is deleted!


  • Dear @acha

    Mohon ijin menjawab
    Transmisi/berpindah tempat menggunakan kendaraan umum memiliki risiko cukup besar dalam penyebaran virus.
    Namun bila dilihat dari sisi penyebarannya, apabila saudara menetap di Surabaya memiliki risiko lebih kecil dibanding saudara mudik karena saat ini saudara berada di redzone.

    Namun apabila saudara terpaksa untuk mudik, perlu beberapa titik yang harus diwaspadai seperti area kendaraan umum, rest area, tempat ibadah dan lainlain.
    Saran saya apabila saudara terpaksa untuk mudik, alangkah lebih baik saudara :

    1. Berdoa sebelum berangkat dan pastikan tubuh dalam keadaan fit
    2. Selalu membawa makanan dari rumah/kos secukupnya, handsanitizer, dan tishu serta masker pribadi
    3. Selalu menggunakan masker di tempat umum
    4. Diharap membawa alat ibadah sendiri
    5. Selalu mencuci tangan ketika sampai/meninggalkan tempat pemberhentian
    6. Bila sesampai di rumah jangan mendekati keluarga terlebih dahulu, langsung bersihkan diri dengan cuci tangan dan mandi serta mengganti baju
    7. Segera cuci baju yang sudah dikenakan agar tidak menyebarkan virus ke lain-lain
    8. Jangan lupa meminta tolong keluarga untuk melaporkan diri ke aparat sipil negara setempat seperti pak RT, RW, puskesmas/dinkes untuk dilakukan pemantauan
    9. Lakukan isolasi diri selama 14 hari
    10. Segeralah pergi ke faskes terdekat bila mengalami gejala COVID-19

    Lakukan screening online di
    http://checkupcovid19.jatimprov.go.id/
    Dan update informasi tentang COVID-19 di http://infocovid19.jatimprov.go.id/#

    Semoga membantu
    Terima kasih


  • Relawan

    Izin bantu menjawab @acha untuk sekarang di mohon untuk menahan diri untuk mudik ke Jabodetabek di karenakan ketika di saat pulang balik menggunakan kendaraan umum akan mempercepat transmisi dari Covid-19 dan jakarta sedang mendapatkan status zona merah covid-19, dan dimohon juga untuk mengisolasi diri dan menjaga higienie diri dengan melakukan cuci tangan setelah melakukan aktivitas, menerapkan social distancing dan menerapakan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut ataupun hidung ketika sedang batuk maupun bersin
    untuk info bisa di cek di infocovid19.jatimprov.go.id

    Terimakasih



  • Sebaiknya gak mudik, seterpaksa apapun kalau sayang keluarga di kampung mending gak usah mudik dulu. Kalau pengen virus ini cepet selesai dari jatim jangan mudik


  • Relawan

    @acha izin menjawab kak. Saya ada teman juga yg merasakan hal yg sama seperti kakak. Alangkah baiknya jika kakak tidak kemana2. Karena waktu 14 hari itu bukan bertambah baik tapi akan lebih banyak menimbulkan dan ketahuan siapa yg sudah terkena COVID-19. Apalagi di daerah banten bisa dibilang lebih banyak yg terkena daripada di jatim. Kalau pun kakak memang terpaksa untuk pulang, sebaiknya dipikirkan matang-matang apa yg harus disiapkan dan apa yg akan ditimbulkan nanti nya. Kakak juga harus melapor apakah kakak tidak membawa virus COVID-19 tersebut ke tempat kakak pulang


  • Relawan

    Dear Acha, untuk saat ini kalau bisa jangan mudik terlebih dahulu. Apalagi bila Anda mudik bepergian dari kota yang berindikator red zone. Sebaiknya tahan dulu keinginan mudik Anda, karena kita tidak tahu apakah Anda adalah Carrier atau pembawa virus. Karena, ketika Anda mudik Anda berkerumun dengan orang. Selamatkan diri Anda dan Keluarga Anda.
    Apabila terpaksa mudik, sebaiknya gunakan masker, jaga kesehatan, pastikan tubuh Anda dalam keadaan imun yang kuat, Selalu mencuci tangan, tidak bersalaman dengan orang lain.

    Selain itu, lapor pada petugas kesehatan setempat bila Anda akan mengunjungi kotanya agar mendapat tindakan pencegahan yang tepat


Log in to reply
 



Pengguna Online: