Tes massal



  • Min bagaimana dengan kabar tes massal? Mengingat zona merah d jawa timur semakin bertambah


  • Relawan

    Halo @Tri terima kasih atas pertanyaan Anda

    Saya izin untuk bantu menjawab.
    saat ini repid test sudah menyebar di Jawa Timur, pemerintah sekarang memfokuskan repid test untuk orang yang memiliki risiko tinggi kontak dengan penderita, ODP, PDP, risiko rendah kontak dengan penderita.

    Harap berhati hati dengan beredarnya kabar hoax.

    Sekarang dimulai dari Anda untuk tetap #dirumahaja dan dapat melakukan beberapa upaya seperti physical distancing, minum air putih 8 gelas perhari, makan makanan bergizi dan seimbang, cukup tidur 7-8 jam perhari, jangan panik dan hindari stress, olahraga ringan minimal 30 menit perhari, terapkan etika batuk dan bersin, rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta perilaku hidup bersih dan sehat lainnya. Jika sakit dengan gejala ringan silakan isolasi mandiri di rumah. Jika sakit dengan gejala berat silakan kunjungi fasilitas layanan kesehatan terdekat.

    Demikian semoga dapat membantu dan Anda sekeluarga diberikan kesehatan selalu.

    Deteksi dini covid-19 dapat melalui
    https://checkupcovid19.jatimprov.go.id/covid19/

    Info lengkap kunjungi infocovid19.jatimprov.go.id

    Salam...

    Relawan Riris dari Mahasiswa Farmasi


  • Relawan

    Dear @Tri.
    Terima kasih atas pertanyaannya, izinkan saya membantu menjawab.

    Tes masal yang Anda maksudkan mungkin adalah Rapid Rest. Nah, untuk pemeriksaan Rapid Test sendiri sejauh ini terdapat beberapa prioritas dikarenakan keterbatasan alat yang tidak memadai dibandingkan jumlah warga melihat wilayan redzone di Jawa Timur cukup banyak.
    Rapid test sendiri diprioritaskan untuk tenaga medis yang merawat pasien positif COVID-19, seseorang yang berada salam satu ruangan dengan pasien atau seseorang yang dalam satu kendaraan dengan pasien 2 hari sebelum gejala muncul hinggal 14 hari setelah gejala muncul.

    Semoga Membantu
    Terima Kasih. Salam sehat.


  • Relawan

    Hello @Tri saya relawan Dimas membantu menjawab.
    untuk sementara pemeriksaan massal atau menggunakan rapid test dibedakan berdasarkan prioritas.

    • Prioritas pertama : yaitu orang yang kontak erat dengan pasien yang dinyatakan positif terkena covid 19 (tenaga medis,satu ruangan, keluarga)

    • Prioritas kedua : yaitu orang dengan status pasien dengan pengawasan (PDP) dan tidak bisa di lakukan PCR

    • Prioritas ketiga : bila pemeriksaan PCR tidak bisa dilakukan dan membutuhkan waktu yang lama

    Dengan keterbatasan rapid test yang dimiliki maka diutamakan adalah prioritas pertama untuk pemeriksaan rapid test secara massal.

    Jangan lupa cuci tangan,lakukan physical distancing dan bila sakit menggunakan masker

    Terimakasih smoga membantu
    #SahabatSehat



  • Tes massal dilakukan door to door atau di rumah sakit ya min?


  • Relawan

    dear @rzl16 terima kasih atas pertanyaannya, sementara ini difokuskan pada rumah sakit rujukan atau fasilitas pelayanan kesehatan yang ditunjuk untuk melakukan rapid test.

    Karena rapid test ini masih terbatas dan didistribusikan sesuai dengan keadaan wilayah penyebaran covid 19.

    #Sahabatsehat
    Jangan lupa selalu cuci tangan, lakukan physical distancing dan jika sakit menggunakan masker.
    Salam sehat



  • mau tanya, apakah kamar yg disemprot baygon virus di dalamnya bisa mati? suwun



  • @Relawan-dimasbk
    Apakah pemerintah tdk mentargetkan hrs brp org yg d tes dlm sehari seperti korsel?


  • Relawan

    Halo @chandy-sartono

    Untuk virus Covid-19 tidak dapat 'dimatikan' dengan menggunakan baygon ataupun insektisida lainnya ya, karena target dari bahan kimia yang ada pada baygon dan insektisida lainnya adalah pada sistem pernapasan serangga.

    Cara efektif untuk melakukan pembersihan kamar/ruangan adalah dengan menggunakan desinfektan. Adapun jenis desinfektan yang dapat digunakan antara lain:

    • Pemutih dengan takaran 2 sendok makan per 1 L air
    • Karbol dengan takaran 2 sendok makan per 1 L air
    • Pembersih lantai dengan takaran 1 tutup botol per 5 L air

    Harap memperhatikan petunjuk penggunaan masing-masing bahan yang tertera pada kemasan desinfektan. Gunakan APD yang memadai seperti masker dan sarung tangan saat menggunakan bahan desinfektan. Larutan desinfektan tersebut dapat digunakan pada benda/permukaan sekitar rumah (lantai, dinding, meja, kursi, perabotan, dll) dan pengaplikasiannya dapat dilapkan menggunakan kain mikrofiber (mop) ataupun dengan botol spray yang kemudian diratakan menggunakan 2 lembar tisu yg dilipat menjadi 2 atau 4.

    Semoga membantu.
    Salam.



  • @Relawan-Regina terima kasih untuk respon cepatnya


  • Relawan

    @Tri terima kasih atas pertanyaannya, sementara ini balum ada target jumlah per hari.
    namun pemerintah memaksimalkan untuk dilakukan pengetesan dengan prioritas pertama terlebih dahulu.
    baru jika dirasa sudah cukup maka prioritas kedua dan ketiga pun akan dilakukan pemeriksaan.

    karena jika tidak seperti itu bisa saja pengecekan massal di Indonesia langsung diterapkan orang-orang yang yang sebenarnya sehat dan tidak pernah kontak dengan penderita atau berada di wilayah zona merah maka akan ikut-ikutan untuk periksa sehingga kita akan kehabisan rapid test.


  • Relawan

    Halo @Tri
    Terimakasih untuk pertanyaannya.

    Pemeriksaan/tes sampel akan dilakukan dengan mengikuti perkembangan gejala klinis yang dialami oleh pasien.
    Terkait dengan rapid test, untuk saat ini yang diutamakan adalah orang-orang dengan risiko tinggi.
    Adapun orang dengan risiko tinggi meliputi:

    • Petugas kesehatan yang memeriksa/merawat pasien

    • Orang yang berada dalam ruangan yang sama dengan pasien 2-14 hari setelah timbulnya gejala

    • Orang yang bepergian bersama dengan pasien menggunakan segala jenis kendaraan 2-14 hari setelah timbulnya gejala

    Apabila Anda merasa memenuhi ketiga syarat tersebut, dapat segera menghubungi Dinkes/RS Rujukan terdekat.
    Anda juga dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara mandiri di checkupcovid19.jatimprov.go.id

    Semoga membantu.
    Salam.



  • @Relawan-dimasbk
    Baik terimakasih atas jawabannya🙏



  • Maaf saya mau bertanya lg soal rapid test, saya mengikuti berita di metro tv kalau kota bogor sudah melakukan rapid test dengan drive thru apakah pemerintah jatim tdk membuat perencanaan untuk rapid test seperti d bogor? Apakah harus menunggu seperti jabar baru d adakan rapid test? Mohon penjelasannya terimakasih 🙏


  • Relawan

    This post is deleted!

  • Relawan

    Selamat Siang, Salam Sehat Indonesia!
    Dear @Tri
    pemeriksaan RAPID TEST untuk kasus COVID-19 di provinsi JATIM sendiri saat ini masih difokuskan pada rumah sakit rujukan di setiap wilayah sesuai dengan pertimbangan; kebutuhan, jumlah ruang isolasi, dan jumlah pasien COVID-19 yang dirawat. tujuannya agar tidak mengumpulkan massa dalam jumlah besar dan pengobatan bisa tepat sasaran, meski tidak menutup kemungkinan bahwa kita semua butuh pemeriksaan RAPID TEST. disisi lain, pemerintah provinsi JATIM sendiri juga terus berusaha dalam menangani kasus COVID-19 ini dengan cara cara yang lain, misal; membangun posko posko terpadu di wilayah wilayah JATIM, melakukan penyemprotan desinfektan di jalur yang sering dilewati banyak orang, dan lain lain.
    untuk informasi selengkapnya cek disini ya
    infocovid19.jatimprov.go.id/

    salam



  • Dari 18.400 alat rapid test yg dibagikan pemprov Jatim sudah digunakan 1.316 dan hasinya mendapatkan 28 orang penderita posirif baru ...
    Sepertinya harus lebih banyak lagi rapid test dilakukan untuk penanganan covid19 yg lbh efektif



  • Dear @donga

    Mohon ijin menjawab
    Rapit test ini adalah salah satu test untuk mendeteksi COVID-19 yang memberikan hasil lebih cepat dari test PCR. Namun alat rapid test ini jumlahnya terbatas
    Mengapa tidak langsung dilakukan dan digunakan semua?
    Ada prioritas orang-orang yang mendapat test ini seperti petugas tenaga medis yang merawat pasien COVID-19, orangorang yang seruanga dengan pasien atau satu kendaraan dengan pasien sejak 2 hari sebelum gejala timbul sampai 14 hari setelah gejala timbul, dan PDP.
    jumlah dari alat ini juga tidak sebanding dengan jumlah seluruh warga indonesia sehingga memang digunakan untuk pasien-pasien yang diprioritaskan

    Terimakasih







  • Dear @donga

    Mohon ijin menjawab
    Benar bahwa ibu Khofifah sudah membagikan alat rapid test ke seluruh kabupaten/kota di jawa timur dan beliau juga seudah melakukan tes masal di jawa timur pada tanggal 27 maret 2020.

    Untuk saat ini, tes ini masih diperuntukkan untuk orang-orang yang masuk dalam prioritas dan yang beresiko.

    Bila ada info lebih lanjut, akan segera kami sampaikan.
    Terimakasih atas perhatiannya
    Semoga kita semua dilindungi dari COVID-19
    Semoga sehat selalu
    Terimakasih


Log in to reply
 



Pengguna Online: