Suhu ruang isolasi pdp



  • Apakah benar ada kriteria suhu minimum untuk ruangan isolasi? Saya melihat cerita para korban di vlog maupun cerita anak korban yang mengeluh bahwa "saya kedinginan". Bagaimana jika ada yang alergi dingin, bukankah memperparah kondisi tubuhnya?? Saya saja, pagi dan malam hari hidung selalu meler. Jika ada yang positif lalu diisolasi diruangan dengan suhu yang dia tidak bisa mentolerirnya, otomatis cairan di saluran pernafasana akan berlebih, semakin sulit nafas, dan ditambah tubuhnya akan selalu tegang kedinginan serta stres


  • Relawan

    Selamat Pagi, Salam Sehat Indonesia!
    Dear @ul
    Seringkali orang membayangkan ruang isolasi sebagai ruang kedap udara, ketat, dan tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain. Padahal ternyata tidak seperti itu.
    Ruang isolasi pada COVID-19 itu selayaknya ruang perawatan pada umumnya. Hal yang membedakan dengan ruang perawatan lain adalah kondisi di dalam ruang, misalnya; untuk pasien virus corona penanganannya dibutuhkan ruangan isolasi bertekanan negatif. Alat pengatur tekanan udara ini dinamakan magnehelic, besar tekanan yang diberikan tentunya juga telah disesuaikan dengan diagnosis dokter yang bertugas atau berjaga.
    untuk info lebih lanjut cek link berikut ya
    infocovid19.jatimprov.go.id/

    Salam


  • Relawan

    Dear @ul izinkan saya membantu menjawab. Dilansir dari gridhealth, ruangan isolasi memiliki tekanan negatif untuk meminimalisir penyebaran virus yang angkanya ditentukan berdasarkan diagnosis dokter sesuai dengan kondisi pasien dalam ruangan isolasi. Namun pada dasarnya belum ditemukan penelitian untuk mengetahui pada suhu berapakah yang efektif untuk membunuh virus Corona. Sirkulasi dalam ruang isolasi juga harus diperhatikan agar dahak atau bersin pasien dapat segera menguap. Udara yang keluar masuk ruangan isolasi juga harus disaring agar tidak mengandung virus. Jadi kondisi ruang isolasi sesuai dengan prosedur agar virus tidak menyebar dan disesuaikan dengan kondisi pasien.
    Terimakasih semoga membantu



  • Baik terimamasih kak sangat mencerahkan, barusan ada kasus, hasil tes negatif lalu setelah semua oramg menyentuh mayatnya beberapa hari kemudian hasil tes berubah positif, itu kenapa??


  • Relawan

    Dear @ul izinkan saya membantu menjawab. Pemeriksaan dengan Rapid test memiliki kemungkinan kesalahan sebesar 30% karena hanya didasarkan pada pembentukan antibodi dalam tubuh namun tes ini memiliki kelebihan yakni hasilnya dapat diketahui dengan cepat. Apabila penderita hanya sebagai carrier covid 19 dan tidak memiliki gejala kemungkinan antibodi dalam tubuh belum terbentuk walau orang tersebut didalam tubuhnya terdapat virus covid 19 sehingga hasil Rapid test bisa negatif. Oleh karena itu untuk memastikan hasilnya tetap dibutuhkan hasil tes PCR pasien yang mana memang membutuhkan waktu lebih lama dibanding Rapid test. Terimakasih semoga membantu


  • Relawan

    Halo @ul terima kasih atas pertanyaannya
    izin menambahkan, mengapa ruang isolasi dingin? pada dasarnya setidaknya ada 2 alasan yang mendasari mengapa ruang isolasi dingin :

    1. mencegah pertumbuhan bakteri dan virus. suhu ruangan yang hangat merupakan kondisi terbaik bagi bakteri dan virus berkembang biak. dengan suhu rendah diharapkan laju perkembang-biakan virus dapat diredam
    2. mencegah terjadinya embun. embun atau yang dikenal sebagai kondensasi dapat menyebabkan penyebaran penyakit dan infeksi di rumah sakit

    Perlu diketahui bahwa gejala COVID-19 adalah DEMAM DIATAS 38 DERAJAT CELCIUS, SESAK NAFAS, BATUK KERING DAN PILEK/FLU.
    Maka dari itu WHO dan Kemenkes RI menyarankan :

    1. Hindari kontak langsung seperti bersalaman dan cium pipi
    2. Jaga jarak 1 meter atau lebih dengan orang lain
    3. Sering-sering mencuci tangan
    4. Jika merasa tidak sehat, istirahat yang cukup dan tinggal di rumah (isolasi mandiri)
    5. Gunakan masker jika demam dan batuk serta menutup hidung dan mulut dengan tissue/lengan siku dalam saat batuk/bersin
    6. Kunjungi fasilitas kesehatan jika mengalami kesulitan bernafas
    7. Batasi menggunakan transportasi massal kecuali mendesak
    8. Ikuti panduan resmi dan informasi terkini

    Semoga menjawab pertanyaan
    Terima kasih

    Ttd
    Relawan COVID-19



  • @Relawan-DimasSSW jadi misalkan suhu maksimal dalam ruangan itu terlalu dingin buat pasien apakah bisa dtaroh disuhu normal?
    Btw untuk hasil negatif berubah positif kemaren, pasien masuk dengan kondisi sakit jadi gejala sudah muncul 4hari sebelum spesimen dikirim ke lab


  • Relawan

    Selamat Siang, Salam Sehat Indonesia!
    dear @ul
    menjawab pertanyaan pertama : suhu pada ruangan isolasi sendiri telah disesuaikan oleh dokter atau perawat yang menangani pasien tersebut, jadi tidak bisa sembarangan diubah.
    menjawab pertanyaan kedua ; metode RAPID-TEST dapat dengan cepat memeriksa protein dalam darah sebagai antibodi dari orang yang sudah terpapar virus. Biasanya, orang yang positif terinfeksi baru akan terdeteksi lewat antibodinya setelah sekitar 7 hari. Jika baru 1-2 hari akan keluar negatif palsu. Meskipun begitu tes cepat dinilainya cukup untuk saringan awal dan menekan penyebaran COVID-19.
    info selengkapnya
    infocovid19.jatimprov.go.id/

    salam


Log in to reply
 



Pengguna Online: