Keakuratan hasil tes



  • Re: Tes massal
    saya berharap sekali kejadian seperti di daerah saya tidak terulang di daerah lainnya. Pasien pdp meninggal dinyatakan negatif sehingga dilakukan prsosesi pemakaman seperti sakit biasa, banyak tetangga membantu dan melayat. Selang beberapa hari kemudian malah ada laporan dari lab di jakarta bahwa pdp tsb.positif. hasil negatif sebelumnya adalah dari BBTKLP2 surabaya. Yang saya herankan kenapa bisa seceroboh ini?? Mengingat prosesi pemakaman yg biasa maka semakin memperluas kemungkinan ada yg lain bisa tertular. Saya tetangganya dan saya mulai merasa menyesali pihak yang mengeluarkan data negatif tersebut. Itu kenapa bisa beda hasil tes?? Bukankah itu sangat fatal?


  • Relawan

    Dear @ul mohon maaf saya ingin bertanya apakah tes yang dilakukan dari BBTKLP2 menggunakan Rapid test atau PCR?


  • Relawan

    Izin bantu menjawab @ul Terkait dengan tes yang dilakukan menggunakan tes apa Rapid Test atau PCR??
    Jikalau menggunakan rapid test insyaallah hasilnya di ragukan keakuratannya di karenakan rapid test ini mengecek reaksi imunoglobin terhadap sebuah penyakit yang itu sangat tidak spesifik untuk memastikan bahwa seseorang bisa dinyatakan terconfirm Covid-19
    Kalau menggunakan PCR memang lama cmn hasilnya akurat untuk mengetahui adanya infeksi virus Covid-19, tetapi Standart pemeriksaan untuk megetahui bahwa orang ini bisa di confirm Covid-19 dengan menggunakan pemeriksaan Swab Nasofaring dan Orofaring yang itu dilakukan di RS rujukan setelah pemeriksaan tahap awal dilakukan

    Untuk info lengkap silahkan cek https://infocovid19.jatimprov.go.id/



  • Pasien sudah menunjukkan gejala 4hari sebelum spesimen dibawa ke lab , jadi masuk RS dalam kondisi sakit. Karena dibawa ke lab jadi saya kira tidak mungkin jika dengan rapid tes dan hasil dari lab tersebut langsung dijadikan rujukan oleh pihak RS dan diumukan pula ke media dengan keterangan negatif


  • Relawan

    Selamat Siang, Salam Sehat Indonesia!
    dear @ul
    metode RAPID-TEST dapat dengan cepat memeriksa protein dalam darah sebagai antibodi dari orang yang sudah terpapar virus. Biasanya, orang yang positif terinfeksi baru akan terdeteksi lewat antibodinya setelah sekitar 7 hari. Jika baru 1-2 hari akan keluar negatif palsu. Meskipun begitu tes cepat dinilainya cukup untuk saringan awal dan menekan penyebaran COVID-19.
    info selengkapnya
    infocovid19.jatimprov.go.id/

    salam


Log in to reply
 



Pengguna Online: