Mengenai Perbedaan gejala



  • Halo, saya mau tanya perbedaan sesak nafas antara penyakit gerd/asam lambung, dengan kecemasan, dan covid apa ya? Apa berlangsung seharian penuh?


  • Relawan

    Halo @clr-ptrc

    Kami sarankan apabila Anda mengalami sesak nafas agar segera datang ke UGD terdekat.


  • Relawan

    Halo @clr-ptrc terima kasih atas pertanyaan Anda

    Saya izin untuk bantu menjawab.

    Sesak nafas bisa terjadi ketika asam lambung naik karena cairan asam bersentuhan dengan kerongkongan atau justru masuk ke paru-paru, untuk sesak nafas gejalah virus corona bisa disebabkan oleh kadar oksigen rendah dalam darah. Kadar oksigen yang rendah dapat menyebabkan penutupan organ

    Harap berhati hati dengan beredarnya kabar hoax.

    Sekarang dimulai dari Anda untuk tetap #dirumahaja dan dapat melakukan beberapa upaya seperti physical distancing, minum air putih 8 gelas perhari, makan makanan bergizi dan seimbang, cukup tidur 7-8 jam perhari, jangan panik dan hindari stress, olahraga ringan minimal 30 menit perhari, terapkan etika batuk dan bersin, rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta perilaku hidup bersih dan sehat lainnya. Jika sakit dengan gejala ringan silakan isolasi mandiri di rumah. Jika sakit dengan gejala berat silakan kunjungi fasilitas layanan kesehatan terdekat.

    Demikian semoga dapat membantu dan Anda sekeluarga diberikan kesehatan selalu.

    Deteksi dini covid-19 dapat melalui
    https://checkupcovid19.jatimprov.go.id/covid19/

    Info lengkap kunjungi infocovid19.jatimprov.go.id

    Salam...

    Relawan Riris



  • Hallo
    Saya seorang siswi smk
    Yang pada awal wabah ini saya selalu menggunakan kendaraan umum saat ke sekolah untuk melaksanakan UN
    Mulai 2 minggu yg lalu di kerongkongan bagian atas atau lebih tepatnya dirongga mulut bagian dalam itu seperti ada yg mengganjal seperti mau flu dan saya juga kadang merasakan gatal tenggorokan kemudian batuk dan kadang juga tenggorokan saya sakit. Mohon bantuan nya apa yg harus saya lakukan


  • Relawan

    Hallo, Sahabat Sehat @RatnaDewik98

    Selamat Malam.

    Terima kasih atas pertanyaannya. Izin menjawab.

    Jika boleh kami tahu, domisili saat ini sedang berada di daerah mana? Apakah berada pada daerah dengan transmisi lokal? Apakah terdapat tanda gejala lainnya?

    Sebagai langkah awal yang sederhana, Sahabat Sehat bisa mengisolasi diri-sendiri dengan cara tidak bepergian dan #dirumahaja. Penggunaan masker pun disarankan untuk mengurangi faktor risiko penularan, mengingat Sahabat Sehat memiliki riwayat perjalanan menggunakan tranportasi umum. Ingat selalu terapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) seperti rajin mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir, menerapkan etika batuk dan bersin yang benar, menjaga jarak dan kontak fisik dengan orang yang di sekitar Anda, tidak sembarang menyentuh area HITAM (hidung, Mata dan Tangan).

    Selain itu, Sahabat Sehat juga dapat melakukan screening online di
    http://checkupcovid19.jatimprov.go.id/

    Semoga membantu..
    Mohon maaf jika ada kekurangan, rekan sejawat lainnya akan menambahkan.

    Stay Safe dan Stay Healthy :)


  • Relawan

    Halo @clr-ptrc terima kasih atas pertanyaannya
    izin menambahkan, sederhanya sesak nafas karena GERD biasanya ditandai dengan nyeri di ulu hati, berupa sensasi terbakar yang disertai sulit menelan, mual, atau rasa pahit di lidah sedangkan sesak nafas karena COVID-19 biasanya disertai dengan gejala lain seperti demam, batuk dan pilek.

    Halo @clr-ptrc terima kasih atas pertanyaannya
    apakah sebelumnya pernah mengalami radang tenggorokan? apakah mengalami nyeri telan? jika iya, coba lakukan upaya-upaya untuk mengurangi hal tersebut dengan cara banyak minum air putih, istirahat cukup, hindari polusi udara seperti kendaraan bermotor. jika dirasa tidak ada perbaikan segera periksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut


    Perlu diketahui bahwa gejala COVID-19 adalah DEMAM DIATAS 38 DERAJAT CELCIUS, SESAK NAFAS, BATUK KERING DAN PILEK/FLU.
    Maka dari itu WHO dan Kemenkes RI menyarankan :

    1. Hindari kontak langsung seperti bersalaman dan cium pipi
    2. Jaga jarak 1 meter atau lebih dengan orang lain
    3. Sering-sering mencuci tangan
    4. Jika merasa tidak sehat, istirahat yang cukup dan tinggal di rumah (isolasi mandiri)
    5. Gunakan masker jika demam dan batuk serta menutup hidung dan mulut dengan tissue/lengan siku dalam saat batuk/bersin
    6. Kunjungi fasilitas kesehatan jika mengalami kesulitan bernafas
    7. Batasi menggunakan transportasi massal kecuali mendesak
    8. Ikuti panduan resmi dan informasi terkini

    Semoga menjawab pertanyaan
    Terima kasih

    Ttd
    Relawan COVID-19



  • Dear @clr-ptrc

    Mohon ijin menjawab
    Jadi sesak napas bila saudara sakit lambung biasanya sesaknya dibarengi dengan nyeri pada ulu hati kadang ada rasa mual
    Bila saudara sesak karena cemas biasanya hal tersebut didahului dengan rasa waswas/panik. Kecemasan ini bisa menyebabkan asam lambung naik sehingga sesak semakin parah
    Namun untuk sesak karena COVID-19, biasanya diawali dengan batuk pilek dan kadang hingga sakit tenggorokkan

    Semoga kita semua dijauhkan dari segala penyakit
    Semoga membantu
    Terimakasih



  • @Relawan-DimasSSW
    Halo, sy tdk merasakan sakit di ulu hati, saat menelan tdk susah, tpi seperti ada yg mengganjal di leher/kerongkongan,

    Sya tidak batuk, lemas, pusing, dll, suhu tubuh normal kisaran 35°C

    Hanya merasakan ada yang mengganjal di leher/kerongkongan, sering bersendawa, dan nafas pendek



  • @clr-ptrc Sudah berapa lama ada keluhan nafas pendek dan ada yang mengganjal di leher/kerongkongan tersebut? Dan apakah sebelumnya sering mengalami sakit maag atau punya kebiasaan terlambat makan?

    Ijinkan saya menambahkan sedikit, sehubungan dengan pertanyaan @clr-ptrc tentang perbedaan sesak napas pada ketiga kondisi (GERD, kecemasan dan COVID-19).

    Pada intinya sesak akibat GERD akan selalu sejalan dengan gejala asam lambung (biasanya nyeri ulu hati/dada agak ke bawah) dimana hal itu berkaitan dengan terlambat makan atau makan terlampau banyak. Jika memiliki riwayat GERD dan masih dalam proses pengobatan maka saat obat yang diberikan oleh dokter untuk penanganan GERD akan meredakan juga gejala sesak napas akibat GERD tersebut.

    Untuk kecemasan (jika cemasnya dikarenakan cemas) maka sesak napasnya akan timbul dan tenggelam (bisa muncul lalu bisa hilang dengan sendirinya di saat tertentu). Tentu saja tidak disertai demam (panas badan).

    Dan jika sesak napas diakibatkan oleh COVID-19 ini biasanya akan menetap seharian dan cenderung progresif (makin memburuk) dan seringkali disertai dengan demam (panas badan), meskipun dapat juga hanya gejalanya minim bahkan tanpa gejala.

    N.B.: Seringkali COVID-19 ini terlewat diketahui baik oleh tenaga medis maupun oleh masyarakat pada saat gejalanya tidak berupa sesak nafas. Baik itu disertai demam atau pun tanpa disertai demam.

    Yang terbanyak adalah salah didiagnosis sebagai penyakit tipes, diare biasa atau malam hanya dianggap flu biasa yang akan reda sendirinya.

    Ciri yang bisa makin menegaskan jika ini COVID-19 adalah gejala atau kondisi umumnya makin memburuk (progresif). Gejala lainnya adalah badan terasa berat, tidak kuat seperti biasanya, sehingga yang bersangkutan harus membaringkan diri di tempat tidur. Tentunya harus diperiksa terlebih dahulu oleh dokter terdekat untuk memastikan hal ini.

    INTI-nya jika merasa ada yang kurang sehat, segera hubungi tenaga medis terdekat, atau paling tidak menghubungi CALL CENTER yang tersedia.

    @RatnaDewik98 Jika sudah 2 minggu batuk dan sakit tenggorokannya belum membaik, saya sarankan ke layanan kesehatan terdekat (klinik pratama maupun Puskesmas) sehingga bisa mendapatkan penanganan walaupun itu radang tenggorokan biasa. Karena radang tenggorokan juga perlu diobati.

    Bagi yang berdomisili di Jawa Timur, bisa menghubungi:

    CALL CENTER Dinas Kesehatan Jawa Timur : 1500117 / 081 334 367 800
    atau
    CALL CENTER RSU dr. Soetomo : 081 249 222 79

    Salam Tangguh!
    Salam Kemanusiaan!



  • @danceberry halo, kurang lebih sdh 3 hari untuk nafas pendek, Untuk rasa mengganjal di leher skitar 2hri, Saya mmg memiliki riwayat sakit maag, terkadang kambuh, tapi keluhan biasanya sakit uluh hati, diare, muntah, lemas, seperti itu. dari SMP, dn skrg sdh kuliah,
    Untuk pola makan sya tdk pernah terlambat makan, sllu makan di jam 12-1 siang, dan 5-7 malam, namun sangat jarang untuk makan pagi

    Untuk nafas pendek yg saya alami sama persis seperti gejala kecemasan, terkadang muncul terkadang hilang, dan disaat bangun tidur, bisa bernafas seperti normal, tapi beberapa saat bisa kembali pendek, dan akhir" ini saya memang sedang mengalami kecemasan dan panik juga..

    Saya tidak sedang mengonsumsi obat"an dari dokter, tpi 2 hri ini saya mengonsumsi polysilane kunyah(biasanya saya konsumsi saat maag/asam lambung kambuh), karena mengira ini serupa dgn gejala asam lambung ( nafas pendek, rasa mengganjal di leher, terkadang bersendawa, dan rasa mulut tidak seperti biasanya)



  • @clr-ptrc Dari paparan gejala yang disampaikan secara umum memang dapat disimpulkan bahwa napas pendek disertai dengan rasa mengganjal di leher (kurang nyaman di leher ke bawah), sendawa dan bau mulut tidak seperti biasanya (akibat produksi gas di lambung naik ke atas) ini lebih kuat mengarahnya ke kelompok gangguan asam lambung (maag) dengan disertai GERD (refluks/naiknya asam lambung dari lambung ke kerongkongan).

    Jika hal itu sudah dirasakan selama 3 hari, saya sarankan Sdr./Sdri, periksa ke layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan GERD lebih lengkap. Biasanya pengobatan GERD oleh dokter akan menyertakan obat untuk gejala cemasnya sekaligus obat pengontrol asam lambung. GERD yang tidak diatasi dengan tepat juga bisa berbahaya. Jika tidak kunjung membaik dengan pelayanan kesehatan pratama, maka bisa meminta rujukan untuk periksa ke Spesialis Penyakit Dalam.

    Coba biasakan untuk makan pagi, setidaknya roti dan teh manis di pagi hari jika belum terbiasa makan nasi untuk pagi hari. Karena makan pagi ini cukup vital pengaruhnya bagi yang seringkali ada keluhan maag.

    Untuk sementara ini bisa ditunggu 1-2 hari dengan mengkonsumsi obat kunyah yang sudah dimiliki itu, 15-30 menit tiap kali sebelum makan. Selanjutnya bisa periksa ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.

    Semoga cepat sembuh!



  • @danceberry
    baik terima kasih banyak atas info dan sarannya, sy sangat terbantu :)
    Semoga kita aman dan sehat sllu 🙏



  • @clr-ptrc Sama-sama juga. :+1:



  • @RelawanRiris kak saya selama 2 minggu ini sesak nafas, sesak nafas muncul saat perut kembung, begah..ketika kembung dan begahnya hilang sesak nafasnya juga hilang..untuk ulu hati kadang sakit kadang enggak. Atau ketika kegiatan berat sesk nafas terkadang muncul.
    Sesak nafas muncul hampir tiap hari namun 6 hari terakhir ini sesak nafasnya ringan tidak seperti hari" pertama, sesak nafas pertama tgl 18 maret.
    Selama 2 minggu terakhir saya terkadang merasa dingin dan subu tubuh naik pada sore hari, namun jam 10 atau jam 11 malam suhu tubuh kembali normal..gejala tidak muncul tiap hari, hanya kadang". Saya tidak batuk, tenggorokan tidak sakit, hidung buntu saat posisi tidur saja..ketika duduk tidak buntu..tidak ada ingus dan tidak meler.
    Selama 1 bulan terakhir saya tidak bepergian kemanapun, hanya keluar tidak jauh dari rumah..saya tinggal di daerah zona kuning. Tidak berinteraksi dengan banyak orang.
    Saya punya riwayat alergi cuaca, debu dan makanan. Saya juga ada sakit maag.
    Apakah termasuk covid19 atau gerd?


  • Relawan

    Halo @tata-udzualita terima kasih atas pertanyaannya
    izin membantu menjawab,
    secara tanda gejala dan kronologi yang Anda ceritakan, kondisi yang Anda alami cenderung mengarah pada permasalahan lain, namun kita tetap perlu waspada dan berhati-hati serta menjaga diri dengan cara mencegah penularan virus sesuai anjuran pemerintah. tentunya kami bersyukur jika sesak yang Anda rasakan semakin hari terasa semakin ringan karena efek obat Lapifed yang memiliki kandungan untuk meringankan meringankan bersin-bersin, hidung gatal dan berair, hidung mampet, serta mata berair akibat flu, common cold, dan terutama yang disebabkan oleh alergi.
    bagaimana dengan sesak nafas pada penderita Covid-19? sesak nafas yang dialami oleh penderita Covid-19 memang perlu penanganan segera, karena jika tidak maka perburukan kondisi terjadi dengan cepat.


    Perlu diketahui bahwa gejala COVID-19 adalah DEMAM DIATAS 38 DERAJAT CELCIUS, SESAK NAFAS, BATUK KERING DAN PILEK/FLU.
    Maka dari itu WHO dan Kemenkes RI menyarankan :

    1. Hindari kontak langsung seperti bersalaman dan cium pipi
    2. Jaga jarak 1 meter atau lebih dengan orang lain
    3. Sering-sering mencuci tangan
    4. Jika merasa tidak sehat, istirahat yang cukup dan tinggal di rumah (isolasi mandiri)
    5. Gunakan masker jika demam dan batuk serta menutup hidung dan mulut dengan tissue/lengan siku dalam saat batuk/bersin
    6. Kunjungi fasilitas kesehatan jika mengalami kesulitan bernafas
    7. Batasi menggunakan transportasi massal kecuali mendesak
    8. Ikuti panduan resmi dan informasi terkini

    Semoga menjawab pertanyaan
    Terima kasih

    Ttd
    Relawan COVID-19



  • @Relawan-Dessy saya tinggal di lumajang tepatnya di kecamatan jatiroto kak

    Kemaren sempet demam 37,7 tpi paginya udah turun
    Sampek sekarang rasanya itu seperti ada dahak di kerongkongan atas kak
    Badan sering kayak pegel" gtu
    Mohon penjelasan nya kak


  • Relawan

    @RatnaDewik98 Baik, terima kasih atas konfirmasinya.

    Apakah Sahabat Sehat @RatnaDewik98 sedang/telah melakukan isolasi mandiri di rumah? Jika Ya, sudah hari ke berapa?

    Apabila gejala ini muncul di masa isolasi 14 hari tersebut, maka perlu ditinjau perkembangan gejalanya. Seandainya gejala seperti demam terulang kembali, dan bahkan bertambah parah daripada sebelum ini, maka bisa melakukan pemeriksaan ke Fasilitas Kesehatan terdekat, sebagai contoh Puskesmas.

    Akan tetapi, perlu diingat bahwa tetap harus melaksanakan prinsip-prinsip pencegahan penularan covid-19. Bila memang ada kontak atau layanan nara hubung yang bisa dihubungi, maka lebih baik komunikasikan terlebih dahulu keluhan dan gejala Anda, sebelum pergi ke Fasilitas kesehatan. Sehingga Anda mendapatkan pelayanan yang tepat.

    Apakah sudah cukup jelas, seperti demikian yang Anda maksudkan?

    Semoga lekas pulih dan sehat kembali.

    Terima kasih.


Log in to reply
 



Pengguna Online: