Positif covid-19 tanpa gejala?



  • Suatu hal mustahil kah kalo positif covid-19 tanpa ada gejala batuk, demam, dll?
    Saya pernah baca berita di suatu media, hal tersebut (positif covid-19 tanpa gejala) ternyata ada...hoax kah?



  • Dear @budi-utomo jika orang tersebut pernah melakukan kontak dengan orang yang positif terkena penyakit corona, maka hal tersebut dapat terjadi, oleh karena itu, agar anda dapat terjaga dari penyakit tersebut, lebih baik anda melakukan kegiatan di rumah saja.



  • Dear Budi,

    Selamat malam.
    Berdasarkan beberapa penelitian dari pasien COVID-19 di beberapa negara, sebagian besar masyarakat yang berusia muda pada umumnya memiliki gejala ringan (misalnya flu biasa) sehingga seringkali tidak dicurigai sebagai seorang yang terinfeksi COVID-19. Namun, masyarakat yang seperti ini bisa menjadi carrier atau pembawa virus dimana ketika mereka melakukan kontak dengan orang lain (berbicara langsung misalnya) maka secara tidak sadar mereka telah menyebarkan virus tersebut, sehingga COVID-19 menular dengan cepat.
    Untuk menangani hal tersebut, sebaiknya orang-orang yang diindikasikan sebagai carrier COVID-19 melakukan karantina mandiri di rumah, sekaligus sementara waktu membatasi interaksi dengan anggota keluarga kurang lebih 14 hari.


  • Relawan

    @budi-utomo hal tersebut bisa saja terjadi karena pada saat anda terpapar covid-19 ini sistem imun anda Masih dalam keadaan optimal, jika imun anda mengalami penurunan maka saat itu Pula lah covid-19 dapat bereaksi dengan cepat



  • dear @budi-utomo

    covid-19 ini merupakan penyakit yang tidak langsung muncul gejala, terdapat masa inkubasi selama 2-14 hari untuk kemudian timbul gejala. bagi yang kontak dengan penderita positif ada kemungkinan besar juga terjangkit virus tersebut, jika imun baik maka gejala tidak akan timbul. tetapi sebagai carrier orang ini dapat menyebarluaskan virus tersebut dan akan berbahaya pada kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, dan lansia.

    untuk itu ada upaya tetap di rumah, agar penyebaran virus tidak meluas. karena kita tidak akan bisa mengenali orang yang masih sebagai "carrier" karena tidak adanya gejala



  • @budi-utomo selamat malam bapak, Positif covid 19 tanpa adanya gejala bisabterjadi. Hal ini terjadi karena virus tersebut menyerang sistem imun yang kuat. Sehingga sistem imun itu berusaha untuk melawan virus tersebut. Biasanya Sistem imun yang kuat ini ada pada para remaja. Dan salah satu alasan bahwa mengapa covid 19 mudah menyerang para orangtua di usia 50 keatas karena sistem imun yang dimiliki sudah lemah. Jadi ibarat benteng , benteng pertahanannya sudah rapuh untuk melawan virus tersebut. Jadi saya sarankan bapak untuk #dirumahaja agar kesehatan bapak tetap terjaga 😊



  • @budi-utomo

    Selamat malam Budi,
    Seseorang yang positif covid-19 gejalanya dapat asimptomatik (tanpa gejala), artinya sistem imun pasien masih terbilang cukup baik. Meski demikian, perlu adanya tindakan-tindakan selama masa inkubasi virus agar sistem imun tidak menurun, diantaranya mencuci tangan dengan benar, social distancing selama 14 hari, serta menjaga pola hidup sehat dengan memenuhi kebutuhan gizi pasien.

    Salam,
    Aya



  • Brapa hari lah covid19 bisa menyerah sistem imun pada tubuh manusia


  • Relawan

    Halo @tamam-hidayat
    Izinkan saya membantu menjawab pertanyaan saudara.

    Jika seseorang diduga terinfeksi COVID-19, maka biasanya akan mengalami gejala klinis seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas yang muncul setelah 2 hari, atau selama 14 hari setelah terpapar virus.

    Laman Centers for Diseases Control and Prevention menuliskan, gejala-gejala ini dapat muncul 2-14 hari setelah paparan. Namun, pada beberapa kasus, orang yang terinfeksi COVID-19 bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali.

    Dilansir dari laman World Economic Forum, sebanyak 6 dari 10 orang yang terinfeksi coronavirus mungkin tidak menyadari bahwa mereka memiliki penyakit ini, menurut sejumlah makalah yang mempelajari wabah tersebut.

    Orang tanpa gejala tersebut tetap dapat menjadi carrier yang membawa virus itu dan berpotensi menyebarkan ke orang lain walau virus dalam masa inkubasi. Anak muda dengan imun bagus tak menunjukkan gejala namun bisa menularkan.

    Juru bicara penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyatakan bahwa, tak hanya kelompok usia lanjut maupun mereka yang memiliki penyakit penyerta saja yang berpotensi terjangkit, kelompok usia muda dengan imunitas yang bagus pun juga rawan tertular, bahkan gejalanya sangat minim, sebagaimana dilansir dari laman Kemenkes RI.

    Tanpa gejala inilah yang menjadi salah satu faktor penyebaran yang semakin cepat. Pasalnya yang bersangkutan tidak menyadari telah terjangkit COVID-19 dan tidak melakukan isolasi mandiri dirumah.

    Terutama pada kelompok umur yang masih muda sering kali karena kondisi fisiknya, kondisi imunitasnya jauh lebih baik maka tidak memperhatikan menjaga jarak sehingga dia membawa virus ini tanpa gejala dan kemudian menularkan kepada keluarganya dan kita tahu di antara keluarga kita mungkin ada yang rentan.

    Semoga dapat membantu.


Log in to reply
 



Pengguna Online: