MUS FIKUROZA MELAPORKAN PACITAN SAAT INI BARU PDP 3



  • Kota pacitan saat ini PDP cuma 3, tapi ODR sangat banyak karena banyak nya pemudik dari luar kota terutama jakarta. bagaimana solusi mengamankan desa setempat?


  • Relawan

    Halo @mus-fikurroza

    Izin membantu. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan koordinasi terutama antar perangkat desa, RT/RW, kepolisian setempat, dan puskesmas untuk bersama-sama menetapkan ketentuan/peraturan serta pemantauan bagi warga yang memiliki riwayat perjalanan atau habis melakukan perjalanan dari wilayah yang terdampak covid-19
    Contoh ketentuannya antara lain, warga yg memiliki riwayat atau habis melakukan perjalanan dari wilayah terdampak covid-19 bisa melaporkan diri ke ketua RT agar dapat terdata dengan baik, sehingga pemerintah desa bersama puskesmas bisa dilakukan tindakanan penanganan seperti isolasi mandiri atau pemeriksaan secara klinis terhadap warga tsb.

    Terimakasih. Semoga bisa membantu 🙏



  • @Relawan-Yoan terimakasih mas. dan sekarang solusi nya mas bagi warga yg masih bandel dan cuek karena tidak percaya dengan adanya covid 19, soalnya di daerah saya kesadaran pemudik msih kurang bahkan banyak yg menyepelekan untuk isolasi diri


  • Relawan

    Selamat Pagi, Sahabat Sehat @mus-fikurroza

    Izin menambahkan penjelasan dari Kak @Relawan-Yoan

    Benar, solusi dari permasalahan banyak pemudik dari luar kota yaitu melibatkan pihak yang berwenang di daerah tersebut. Selain itu juga bisa melibatkan tokoh agama seperti pak ustadz, bu ustadz atau tokoh masyarakat seperti ketua adat atau orang yang disepuhkan. Jika hal tersebut masih belum memberikan dampak yang nyata maka bisa dilakukan advokasi lintas sektor, seperti meminta bantuan polisi terdekat.

    Solusi untuk warga khususnya pemudik yang masih bandel dan acuh terhadap covid-19 ini.
    Kak @mus-fikurroza bisa memberita tahu mereka melalui WhatsApp atau media lainnya tentang PROTOKOL KELUAR RUMAH & PROTOKOL MASUK RUMAH.
    Berikut ini adalah protokol yang direkomendasikan oleh Kemenkes dan BNPB.

    Protokol Keluar Rumah

    • Pakai jaket atau baju lengan panjang
    • Tidak usah pakai aksesoris seperti gelang, jam, cincin, anting-anting/giwang
    • Pakai masker saat mau keluar
    • Diusahakan tidak menggunakan transportasi umum, jika memungkinkan gunakanlah kendaraan pribadi
    • Lapisi tisu/kain pada jari tangan saat mau menyentuh apapun. Langsung buang tisu ke tempat sampah. Atau menggukan siku saat mau mendorong pintu atau memijit tombol di lift
    • Batu dan bersin dengan etika yang benar yaitu menggunakan tisu atau lengan. Langsung buang tisu ke tempat sampah. Lalu segera cuci tangan atau pakai hand sanitizer
    • Usahakan transaksi non tunai jika memungkinkan, sehingga tidak banyak menyentuh uang kertas atau logam
    • Segera cuci tangan atau pakai hand sanitizer setelah menyentuh benda-benda umum apapun
    • Menjaga jarak aman dengan orang lain, saat antri atau saat berkomunikasi. Jaraj yang dianjurkan yaitu sekitar 1-2 meter

    Protokol Masuk Rumah

    • Ketika sudah sampai di rumah, jangan menyentuh benda apapun apalagi bersalaman
    • Segera buka sandal/sepatu sebelum masuk ke dalam rumah
    • Simpan tas, dompet, dan barang lainnya ke tempat khusus
      -Segera buka pakaian dan simpan ke dalam cucian kotor atau bila perlu segera mencucinya.
      -Segera mandi menggunakan sabun. Keramas bila diperlukan.
      -Jika tidak memungkinkan untuk mandi, maka bersihkan semua area tubuh yang terpapar dengan lingkungan luar terutama wajah dan telapak tangan
    • Bersihkan HP. Kacamata dan benda lainnya yang digunakan saat berada di lingkungan luar selama perjalanan mudik
    • Bersihkan seluruh permukaan benda yang dibawa menggunakan desinfektan. Contoh membersihkan permukaan kardus atau kantung plastik

    Semoga membantu. Apabila masih ada yang kurang, rekan relawan lain akan menambahkan.

    Kunjungi website resmi Kami :
    www.infocovid19.jatimprov.go.id
    www.forumcovid19.jatimprov.go.id
    www.checkupcovid19.jatimprov.go.id

    Teruslah menebar kebaikan dengan cara menyampaikan informasi yang benar kepada orang-orang di sekitar Anda.

    Salam Sehat 🙂



  • @Relawan-Dessy siap kakkkk terimakash sangat membantu, dan jika ada pelanggar mungkin ada pemudik yg tidak mau isolasi diri mungkin di daerah lain ada sanksi kak?


  • Relawan

    @mus-fikurroza Terkait sanksi, ini dikembalikan kepada aturan dan kebijakan yang berlaku di daerah tempat Kak @mus-fikurroza tinggal sekarang.



  • @Relawan-Dessy mungkin ada relasi kak atau masukan untuk para pemerintah desa agar bisa memberlakukan sanksi yg tepat


  • Relawan

    @mus-fikurroza Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya. Untuk penanganan penertiban pemudik bisa melibatkan lintas sektor, jadi warga ataupun penduduk yang berdomisili di daerah tersebut bisa melaporkan ke Polsek, Koramil, bahkan Puskesmas terdekat. Usahakan libatkan pula pemangku kebijakan dari hilir seperti ketua RT/RW.

    Untuk para pemudik, sudah ada Surat Edaran bahwa setiap orang yang datang dari luar kota, maka anggota keluarga tersebut WAJIB melaporkan kepada RT/RW/Lurah. Tujuannya, apabila selama 14 hari ditemukan gejala yang mengarah ke Covid-19 maka akan segera tertangani. Seandainya bila terdapat keluhan seperti Demam > 38 derajat, batuk dan lainnya maka anggota keluarga wajib melaporkan kepada Pihak Puskesmas/Faskes terdekat.

    Perlu diingat, yang melaporkan kedatangan pemudik adalah anggota keluarga ya !
    Bukan si pemudik itu sendiri yang lapor. Hal ini untuk mencegah dan meminimalisir risiko penularan dari pemudik kepada orang baru di sekitar.

    Semoga membantu. Jika masih ada yang kurang jelas, selebihnya rekan relawan lain yang akan menjawab.

    Ingat, terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) !
    Tetap waspada namun tidak perlu panik.



  • IYA sih mbkkk sudah paham kalau itu, tapi kasus nya gimana lebih tegas dengan para pemudik agar lebih mengikuti aturan termasuk isolasi diri yg paling penting, karena begitu bahaya jika masih kelayapan kemana mana


  • Relawan

    @mus-fikurroza Dalam situasi pandemi Covid-19 ini, perlu adanya kerjasama antara Pemerintah dan masyarakat. Sehingga tidak hanya upaya Sipil atau Pemerintahan semata di dalamnya. Jadi, memang harus ada kesadaran yang tumbuh dari setiap individu itu sendiri. Jika perwakilan pemerintah, pejabat setempat telah memberlakukan aturan yang ada namun tetap tidak diindahkan oleh masyarakatnya, pandemi ini menjadi semakin lambat teratasi.

    Terima kasih Kak @mus-fikurroza atas kontribusi dan kepeduliannya terhadap kondisi sekitar tempat tinggal Anda. Semoga semakin banyak masyarakat yang sadar dan waspada terhadap Pandemi Covid-19.

    Niat baik, akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Semoga Tuhan semesta Alam senantiasa memberikan perlindungan kepada saudara-saudara kita baik yang sehat maupun yang sakit.

    Mari, bersama-sama edukasi mereka yang masih acuh dan tidak peduli !


Log in to reply
 



Pengguna Online: