Pemakaman pasien covid19



  • Saya ingin bertanya, apakah bener jika kuburan pasien yg awalnya belum terdeteksi covid, tapi setelah hasil lab nya keluar dan dinyatakan covid, itu harus dibongkar, mengapa harus dipisahkan. Mohon penjelasannya.
    Terimakasih


  • Relawan

    Izin bantu menjawab @shellapanca terkait pemakaman pasien terduga Covid-19 tidak harus terpisah dengan kompleks kuburan yang lain, akan tetapi dalam proses dalam memandikan mayat dan penguburan mayat harus dilaksanakan oleh pihak yang berwajib dalam hal ini para medis yang sudah dilakukan pelatihan di pemakaman untuk pasien Covid-19 agar tidak menular ke orang lain

    Terimakasih


  • Relawan

    Selamat Siang, Sahabat Sehat @shellapanca

    Izin menambahkan penjelasan dari kak @Relawan-sholah

    Terkait status pasien Positif Covid-19 dan Pemakamannya, telah ada prosedur tetap yang dikeluarkan langsung oleh Kementerian Agama. Oleh karena itu, harus memperhatikan protokol yang harus dilakukan agar proses penanganan jenazah tersebut tepat dan sesuai.

    Protokol Pengurusan dan Penguburan Jenazah Pasien Covid-19

    • Dilakukan oleh petugas kesehatan (pihak RS) yang telah ditetapkan
    • Jenazah tidak dimandikan, bagi muslim hanya tayamum menggunakan debu. Jika tayamum tidak memungkinkan/membahayakan petugas. Dalam keadaan darurat Syar'iyyah jenazah tidak dimandikan/ditayamumkan.
    • Jenazah ditutup dengan kain kafan dilapisi plastik sehingga tidak tembus air). Setelah itu dimasukkan ke dalam peti kayu.
    • Jenazah yang telah dibungkus, tidak dapat dibuka kembali kecuali dalam keadaan mendesak atau autopsi oleh petugas yang berwenang
    • Jenazah sebaiknya disemayamkan tidak lebih dari 4 jam atau sekurang-kurangnya tidak boleh lebih dari 24 jam dalam keadaan darurat
    • Lokasi penguburan disarankan dengan jarak 50 meter dari sumber air yang digunakan untuk minum dan 500 meter (setengah kilometer) dar pemukiman terdekat/rumah warga
    • Jenazah harus dikubur pada kedalaman 1,5 meter kemudian ditutup tanah setinggi 1 meter

    Harus dilakukan protokol sedemikian rupa dalam tata cara pengurusan dan penguburan jenazah Covid-19 karena cairan yang dihasilkan jenazah tersebut tentu akan menularkan virus kepada semua hal-hal yang terkait. Baik itu dimakamkan di TPU (tempat pemakan umum) maupun pemakaman khusus tetap harus diperhatikan protokol tersebut.

    Sekian, semoga membantu. Jika ada yang kurang, rekan relawan lain yag akan menambahkan.

    Stay safe, and Stay Healthy !

    Kunjungi situs informasi resmi COVID-19
    www.covid19.go.id
    www.covid19.kemkes.go.id
    www.infocovid19.jatimprov.go.id
    www.forumcovid19.jatimprov.go.id
    www.checkupcovid19.jatimprov.go.id

    Salam Sehat :)



  • Hai @shellapanca, saya akan mencoba menambahkan jawaban dilihat dari segi sedikit ilmiah. Jadi jenazah tersebut dianggap infeksius karena adanya virus covid-19 yang terdapat dalam tubuhnya. Infeksius sendiri adalah salah satu sifat bahan berbahaya dan beracun (B3).

    Selanjutnya menurut pelajaran B3 yang pernah saya dapatkan, penanganan tersebut harus secara khusus untuk menghindari persebaran nya karena dapat membahayakan lingkungan sekitar (Nah, hal inilah yang mendasari bahwa harus diterapkannya standart khusus untuk pemulasaraan jenazah covid-19). Untuk lebih jelasnya tentang B3 silahkan searching penanganan limbah B3 khususnya untuk yang infeksius. Untuk standart pemulasaraan sendiri sudah dijelaskan oleh relawan diatas ya.

    Kemudian untuk pemisahan tempat pemakaman sendiri tidak diperlukan, karena jika standart pemulasaraan yang telah ditetapkan sudah terpenuhi dengan baik dan benar maka sifat infeksius dapat ditekan sehingga tidak membahayakan. So, jangan takut jika memang ada korban covid yang dimakamkan di lingkunganmu.

    Mohon koreksi jika salah, terimakasih.


Log in to reply
 



Pengguna Online: