TIDAK ADA SOCIAL DISTANCING



  • Halo saya ingin bertanya dan sekaligus ingin menyampaikan kecemasan saya. Saya tinggal di Desa Blumbungan Kabupaten Pamekasan Madura. Didaerah sekitar tempat tinggal saya ini SOCIAL DISTANCING belumlah efektif.. karena mungkin pemahaman warga yang kurang akan adanya wabah COVID 19 ini. Saya khawatir karena saya berada di kawasan yang cukup ramai dan rumah saya berada persis di depan PASAR BLUMBUNGAN yang mana masih ramai aktivitas di pasar tersebut setiap hari. Malam hari pun masih ramai karena banyak pedagang makanan kaki 5.
    Yang ingin saya keluhkan mengapa disini BELUM ADA EDUKASI TENTANG COVID, BELUM ADA PENYEMPROTAN DISINFEKTAN, DAN TIDAK ADA PERHATIAN BAIK DALAM BENTUK SOSIALISASI MAUPUN TINDAKAN PREVENTIF LAINNYA..Mohon bantuannya untuk pemerintah setempat/yang berwenang sekiranya bisa lebih memperhatikan lagi klo perlu pasar ditutup saja untuk memutus rantai penyebaran covid. Karena tetangga saya sendiri sudah berstatus PDP dan tetangga sekitar jg pernah berkontak dengan pasien tersebut. Selain itu disini juga masih banyak kegiatan HAJATAN yang diselenggarakan warga setempat.


  • Relawan

    @Sovia izin menanggapi, mengenai penyelenggaraan pada level desa, pemerintah provinsi sudah memberikan arahan dan intruksi kepada pemerintahan dibawahnya untuk melakukan tanggap covid-19. Barangkali kakak dapat menghubungi bidan desa atau puskesmas yang menanggung-jawabi wilayah administrasi kakak mengenai program tanggap covid-19 yang akan dilaksanakan di wilayah kakak. Untuk lebih detail mengenai apa yang terjadi di pamekasan, saya sendiri kurang tau detailnya karena bukan domisili sana, barangkali nanti ditambahkan oleh temen temen relawan yang lain.

    Tetap waspada kak, karena yang terpenting adalah kebersihan dan kesehatan diri sendrii, tetap menjaga jarak dari kerumunan, cuci tangan pakai sabun, sirkulasi udara di rumah terbuka dan lancar, pola makan yang baik dan sehat, serta aktivitas fisik yang cukup.

    Mengenai gerakan Masyarakat sebenarnya dapat disampaikan aspirasinya melalui pemerintahan desa dan puskesmas

    Terima kasih


  • Relawan

    Halo @Sovia

    Tetap waspada, langkah terpenting untuk mencegah penularan penyakit adalah dengan rajin mencuci tangan 6 langkah dengan sabun dibawah air mengalir. Anda bisa cek pedoman yang diberikan who indonesia melalui instagramnya
    https://www.instagram.com/p/B7j-D38H4DH/?igshid=1aa05qam6yy7u

    Untuk social distancing jika dirasa daerah anda kurang edukasi ada baiknya anda yang sekiranya sudah tau garis besar yang terkait covid 19 anda bisa membantu menjelaskannya dimulai dari keluarga terdekat, dan jangan lupa untuk edukasi cuci tangan sesering mungkin setelah aktivitas, ada baiknya juga berkonsultasi dengan pihak puskesmas terdekat / fasilitas kesehatan terdekat yang ada di daerah anda, sekali lagi edukasi menurut saya tidak hanya menunggu pihak pemerintah tetapi diharapkan juga ada generasi pembangkit yang membantu dimulai dari yang terkecil. Saya akan mengusahakan konsultasi dengan relawan yang mungkin ada di daerah tsb untuk membantu

    Terimakasih, Semoga membantu

    Dara Safira Mellyana A.P
    Mahasiswa Keperawatan


  • Relawan

    Selamat Pagi, Sahabat Sehat @Sovia

    Izin menambahkan penjelasan kak @Relawan-Dara-S dan kak @thoriqalayubi

    Permasalahan ini banyak sekali diadukan oleh masyarakat, karena fakta di lapangan terutama di daerah pedesaan belum banyak masyarakat yang teredukasi tentang bahaya dan pencegahan Covid-19. Oleh karena itu, sebagai warga yang peduli dan sadar akan pentingnya memutus rantai penularan Covid-19, kami harapakan Kak @Sovia bisa melakukan advokasi kepada pihak yang berwenang mulai dari Bidan Desa, Ketua RT/RW/Lurah/Kades bahkan bila diperlukan yaitu lintas sektor, meminta bantuan dari Pihak Puskesmas/Polsek/Koramil terdekat.

    Sejatinya mulai darI Kebijakan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Daerah telah menghimbau warganya untuk melakukan upaya pencegahan penularan Covid-19. Akan tetapi, hal ini tidak akan optimal apabila tidak ada kesadaran dan kerjasama dari masyarakat itu sendiri.

    Kabar baik, mulai hari ini segala info tentang Covid-19 atau aduan masyarakat bisa di sampaikan melalui WhatsApp agar mudah diakses oleh semua kalangan, melalui http://infocovid19.jatimprov.go.id/wacovid19
    Nomer tersebut boleh disebar luaskan agar semakin banyak masyarakat yang teredukasi.

    Situs informasi resmi Nasional COVID-19
    www.covid19.go.id
    www.covid19.kemkes.go.id
    www.infocovid19.jatimprov.go.id
    www.forumcovid19.jatimprov.go.id
    www.checkupcovid19.jatimprov.go.id
    https://lawancovid-19.surabaya.go.id/
    Cek akun instagram
    @whoindonesia
    @kemenkes_ri
    @jatimpemprov
    @jatimtanggap

    Salam Sehat 🙂


  • Relawan

    @Relawan-Dessy jos mantap sobat relawan ini. Dimulai dengan diri sendiri. Ketika dirasa sudah tergerak, dalam melakukan ajakan kepada tetangga tetangga sekitar, dan kemudian bersama sama disampaikan kepada jajaran pemangku kebijakan terkait apabila dirasa pemangku kebijakan belum mengambil keputusan tanggap darurat terhadap covid-19


  • Relawan

    @thoriqalayubi Terima kasih, Kak.



  • Terimakasih atas jawabannya semoga kita semua senantiasa dilindungi oleh Allah SWT🙏. Yang hanya bisa saya lakukan saat ini adalah mengikuti anjuran social distancing #dirumahaja sebagaimana yang telah di arahkan pemerintah. Saya hanya bisa memberikan edukasi kepada orangtua dan keluarga ataupun tetangga terdekat. Tapi sulit sekali masyarakat memahaminya. Apalagi dilingkungan PASAR ini yang kegiatannya masih ramai.. tidak semua orang mau berhenti beraktivitas KECUALI ADA PERINTAH TEGAS DARI PEMERINTAH/YANG BERWENANG DI DAERAH SETEMPAT. Sangat sulit untuk di dengar jika saya sendiri yang mendatangi puskesmas setempat/RT/RW setempat. Sementara tetangga sekitar yang akan melaksanakan hajatan saja minta ijin kepada kades setempat masih diperbolehkan. Apakah memang BELUM ADA KEGIATAN PREVENTIF YANG TEGAS DAN MENYELURUH YA? KLO PERLU KARANTINA WILAYAH TIDAK APA2. Mengingat persebaran covid sangat cepat dan masif. Skrg kota Pamekasan pun sudah berada di zona merah tp tetap tidak ada langkah tegas untuk preventif.


  • Relawan

    Halo @Sovia
    Mohon izin menambahkan Kak @thoriqalayubi @Relawan-Dara-S @Relawan-Dessy

    Seperti yang sudah Kak Sovia sebutkan, masyarakat di sekitar Kakak sulit memahami dan mematuhi imbauan terkait pencegahan penyebaran penyakit ini. Apalagi untuk lingkup masyarakat yang lebih luas lagi Kak, mohon dipahami bahwa tidak semua individu dalam masyarakat memiliki pola pikir yang sama. Oleh sebab itu mohon pemahamannya Kak, pemerintah maupun pihak yang berwenang di tiap wilayah pun pasti berusaha merumuskan cara pendekatan ataupun tindakan yang sekiranya bisa diterima masyarakat. Mohon dipahami bahwa pemerintah sebagai pengambil keputusan memiliki tanggung jawab yang lebih besar lagi Kak, di samping mengutamakan pencegahan penyebarluasan penyakit ini, juga tetap harus bertanggung jawab atas kesejahteraan, ketenteraman, dan ketenangan setiap anggota masyarakat yang ada.

    Tentunya pemerintah akan melakukan upaya-upaya penanganan yang memungkinkan dan mendorong semua pihak terkait, terutama di daerah yang berhubungan langsung dengan masyarakat, agar dapat mengambil keputusan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah. Apabila menurut Kak Sovia hal ini belum maksimal, mohon bantuannya agar dapat lebih baik lagi. Adapun pemerintah maupun pihak yang berwenang tentu sangat berterima kasih dan mengharapkan adanya masukan serta saran yang diterima dari warga di lapangan, termasuk Kak Sovia yang sudah menyuarakan pendapatnya.

    Sekian yang dapat saya tambahkan, terimakasih Kak Sovia.
    Semoga membantu.
    Salam.



  • @Sovia halo kak. Rekan saya di desa Morombuh juga sama. Di sana masih sering acara masyarakat seperti tolak bala. Nasehat2 untuk dimulai dari diri kita sendiri merupakan nasehat percuma. Saya sdh mencoba menjelaskan kepada teman saya. Tapi tingkat pendidikan mempengaruhi pola pikir. Masyarakat dengan pola pikir seperti ini tidak bisa di beri penjelasan. Harus ada otoritas berwenang yang membubarkan kerumunan. Karena itulah perlu adanya nomor WA satpol PP yang mudah di hubungi. Jika hanya mengandalkan penjelasan. Saya kira baru 10 tahun lagi masyarakat disana akan mengerti.


  • Relawan

    Halo @dewi-mega terima kasih atas pertanyaannya
    kalau boleh tahu, asal dari kota/kabupaten mana ya kak? karena hotline setiap daerah berbeda-beda


    Perlu diketahui bahwa gejala COVID-19 adalah DEMAM DIATAS 38 DERAJAT CELCIUS, SESAK NAFAS, BATUK KERING DAN PILEK/FLU.
    Maka dari itu WHO dan Kemenkes RI menyarankan :

    1. Hindari kontak langsung seperti bersalaman dan cium pipi
    2. Jaga jarak 1 meter atau lebih dengan orang lain
    3. Sering-sering mencuci tangan
    4. Jika merasa tidak sehat, istirahat yang cukup dan tinggal di rumah (isolasi mandiri)
    5. Gunakan masker jika demam dan batuk serta menutup hidung dan mulut dengan tissue/lengan siku dalam saat batuk/bersin
    6. Kunjungi fasilitas kesehatan jika mengalami kesulitan bernafas
    7. Batasi menggunakan transportasi massal kecuali mendesak
    8. Ikuti panduan resmi dan informasi terkini

    Semoga menjawab pertanyaan
    Terima kasih

    Ttd
    Relawan COVID-19



  • @Relawan-DimasSSW yang disebutkan oleh Kak Sovia diatas adalah Desa Blumbungan Kabupaten Pamekasan Madura.

    Yang saya sebutkan adalah Desa Morombuh. Madura. Saya kurang tahu kecamatan mana


Log in to reply
 



Pengguna Online: