Saya bertanya



  • Saya bekerja di ngawi, sedangkan anak dan suami saya serta orang tua berada di kediri kab.. Saya terbiasa pulang seminggu sekali ke kediri. Semenjak kab kediri dinyatakan redzone, instansi kerja saya melarang saya untuk pulang.. Sedih rasanyaa dalam waktu lama tidak bertemu anak dan keluarga.. Kalau misalkan saya pulang ke kediri tapi dengan cara dijemput, bisa nggak? Saya di kediri yaa cuma sehari.. Dan itupun tidak kemana2.. Mohon sarannyaa...


  • Relawan

    Untuk mbak @lusika .. turut bersimpati pada keadaan mbak lusika. Dalam hal ini saya pribadi hanya bisa untuk merekomendasikan untuk jangan pulang mbak, meskipun itu dijemput. Hal tersebut dikarenakan :

    1. Tidak ada yang benar-benar tau apakah mbak sudah pernah terpapar dengan covid-19 atau belom pun sebaliknya, baik anak atau suami mbak sudah terpapar atau belum.
    2. Jika memang ada situasi yang mengharuskan untuk pulang, alangkah baiknya sebelum pulang mbak melakukan karantina mandiri selama 14 hari sebagai prosedur pencegahan, untuk lebih menyakinkan bahwa kita bukan seorang pembawa virus.

    Sebenarnya keputusan berada di tangan mbak, namun perlu dipertimbangkan bagaimana keadaan orang-orang yang barangkali nanti bertemu dengan mbak, dalam situasi wabah seperti ini alangkah baiknya kita semua memposisikan diri sebagai seseorang yang berpotensi menularkan sehingga dari diri kita sendiri haruslah melakukan pembatasan interaksi sosial. Apabila tidak terlalu genting, alangkah baiknya mbak tidak pulang dan dapat diganti dengan perjumpaan dalam sambungan seluler atau telpon atau video call, dan juga doa.

    Apabila situasi benar-benar mengharuskan mbak untuk pulang, meskipun itu dijemput, pastikan perlindungan diri secara lengkap dan sempurna, membawa hand sanitizer, memakai masker, memakai jaket, dalam perjalanan hindari interaksi terlalu dekat dan sering dengan anggota keluarga, sesampainya di rumah, pastikan terlebih dahulu membersihkan badan dengan mandi, menganti pakaian, mencuci tangan pakai sabun.

    Saya juga merasakan perasaan mbak karena saya domisili di Tangerang selatan selatan dan keluarga saya di Lamongan. Namun kembali, pada situasi seperti ini, semua orang menjadi rentan sehingga ego harus dikesampingkan, semoga selalu diberi kesabaran dan kesehatan buat mbak dan keluarganya

    Terima kasih

    Relawan Covid19

    Situs informasi resmi Nasional COVID-19
    www.covid19.go.id
    www.covid19.kemkes.go.id
    www.infocovid19.jatimprov.go.id
    www.forumcovid19.jatimprov.go.id
    www.checkupcovid19.jatimprov.go.id


  • Relawan

    Halo @lusika

    Saya mengerti perasaan anda tetapi ada baiknya anda jangan dulu pulang ke terutama daerah redzone , anda masih bisa memanfaatkan teknologi sebagai sarana bertukar informasi. Tolong jaga kesehatan anda dan jaga kesehatan keluarga anda sesuai himbauan pemerintah.

    Semoga membantu

    Dara Safira Mellyana A.P
    Mahasiswa Keperawatan


  • Relawan

    Izin bantu menjawab @lusika Sebenarnya yang paling ideal adalah tidak kemana-kemana karena jika anda keluar maka akan menimbulkan penularan virus Covid-19 atau resiko terpapar virus lebih besar, jikalau memang di haruskan untuk pulang diusahakan jangan menggunakan alat transportasi umum atau bersama orang lain kalau bisa berangkat menggunakan transportasi sendiri agar bisa menjaga physical distancing, dan terapkan higienitas diri yaitu dengan mencuci tangan setelah melakukan aktivitas lalu menjaga etika batuk dan bersin dan jika sudah mencapai tempat segera cuci tangan lalu segera disinfektan baju yang dipakai dan langsung mandi untuk mencegah penyebaran di rumahh dan lakukan isolasi mandiri dengan menerapkan beperap protokol,yaitu :

    1. Selama di rumah, bisa bekerja di rumah. Gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya, dan jaga jarak 1 meter dari anggota keluarga

    2. Terapkan perilaku hidup sehat dan bersih, serta konsumsi makanan bergizi, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan lakukan etika batuk dan bersih dengan menutup mulut atau hidung ketika batuk maupun bersin

    3. Jaga kebersihan dan kesehatan rumah dengan cairan desinfektan, dan sempatkan berada di ruang terbuka di bawah sinar matahari setiap pagi (Sekitar 15-30 menit)

    4. Tentukan pengecekan suhu harian, amati batuk dan sesak nafas. Hindari pemakaian bersama peralatan makan, mandi dan tempat tidur
      Jika sakit (gejala demam flu dan batuk) maka tetap di rumah jangan pergi beraktivitas di luar untuk mencegah penularan

    5. Manfaatkan fasilitas telemedicine atau social media kesehatan dan hindari tansportasi publik, beritahu dokter dan perawat tentang keluhan dan gejala dan riwayat bekerja dan bepergian le tempat terjangkit

    6. Hubungi Fasyankes jika sakit makin berlanjut dan makin parah

    Tapi saya sarankan untuk tetap tinggal dan jangan melakukan perjalanan tetap lakukan isolasi diri di tempat kota tinggal karena kota anda masuk redzone

    Terimakasih


  • Relawan

    haloo mbak @lusika turut bersimpati keadaan mbaknya, untuk pulang ke kampung sebaiknya ditunda terlebih dahulu mengingat kurangnya kondusif di daerah kediri yang dinyatakan sebagai zona merah persebaran covid-19, bertemu keluarga dan bertukar rindu dapat diganti melalui daring/online saja. Namun, apabila memang keadaan mendesak dan sangat ingin untuk bertemu keluarga, harap diagnosa atau cek kesehatan secara mandiri, lakukan protokol kesehatan, dan jaga kondisi tubuh. Semoga mbaknya dan sekeluarga selalu dalam lindungan-Nya dan selalu diberikan kesehatan, Aamiin. Terimakasih


  • Relawan

    Selamat Pagi, Sahabat Sehat @lusika

    Izin menambahkan penjelasan dari para relawan.

    Saran saya, lebih baik tetap berada di Ngawi. Meskipun pulang ke Kediri hanya 1 hari, tetap saja memiliki risiko selama perjalanan. Apalagi dijemput oleh anggota keluarga, hal tersebut justru berisiko juga untuk orang-orang yang menjemput Anda. Terlebih, di Kediri terdapat orang tua yang usianya termasuk ke dalam faktor risiko sangat rentan terinfeksi covid-19.

    Izinkan saya berbagi pengalaman pribadi. Saat ini saya sedang berada di Kota Surabaya, sementara orang tua dan adik saya tinggal di Majalengka-Jawa Barat. Kondisi orang tua saya sedang sakit dan usianya > 50 tahun. Jika saya egois, maka saya akan pulang ke rumah karena melihat banyaknya warga yang antusias dari pelbagai Kota untuk mudik,

    Setelah saya mendapatkan edukasi yang benar, menelaah info Covid-19 dengan seksama, maka saya urungkan niat untuk mudik. Padahal, jika menggunakan perhitungan matematika.. saya memiliki waktu libur selama 5 minggu sesuai dengan Surat Edaran dari Institusi saya menimba ilmu.

    Namun, apakah saya sanggup menerapkan protokol self isolation yang efektif ?? Dengan harus mengisolasi diri saya selama 14 hari tanpa berkomunikasi dengan orang tua padahal posisi saya telah di rumah?? Apakah saya benar-benar sehat dan terbebas dari Covid-19 (tanpa status sebagai carier/pembawa virus selama perjalanan pulang)??
    Hal itulah yang menjadi pertimbangan saya untuk sementara waktu mengurungkan niat tidak pulang ke rumah dan tetap tinggal di kost, di Surabaya.

    Lalu Apa yang saya lakukan setiap hari ?

    • Menyimak perkembangan Covid-19 dari berbagai media.
    • Melakukan komunikasi dengan orang tua dan sanak saudara melalui telpon/Videocall
    • Menerapkan PHBS dan menjaga kesehatan dengan makan makanan yang bergizi
    • Istirahat dan tidur cukup
    • Bergabung bersama forum relawan Covid-19
    • Beribadah dan berdo'a, berharap pandemi ini segera berlalu.

    Sekian, semoga membantu. Mohon maaf apabila ada yang kurang. Rekan relawan lain yang akan menambahkan.

    Tetap semangat. Tetap waspada namun tidak perlu panik !

    Update COVID-19 via WhatsApp bisa kunjungi http://infocovid19.jatimprov.go.id/wacovid19

    Salam Sehat 🙂


Log in to reply
 



Pengguna Online: