Admin mau tanya ..



  • Min, pasien covid19 yg d nyatakan sembuh itu apa harus mlwti rangkaian test lagi? Apakah yg sudah sembuh scra klinis bs d nyatakan smbuh ??


  • Relawan

    Izin bantu menjawab @made Untuk bisa dinyatakan bahwa terapi sudah selesai yaitu adanya perbaikan klinis yaitu mulai terkontrol maupun hilang dari keluhan dan gejala dari pasien tersebut dan adanya perbaikan gambaran radiologis yaitu mulai berkurangnya konsolidasi dalam gambaran radiologis selain itu juga pasien bisa dinyatakan sembuh dengan menggunakan tes PCR selama 2 hari berturut-turut yang menunjukan hasil negatif

    Terima kasih


  • Relawan

    @made izin menambahkan jawaban mantap relawan diatas.. diagnosa kesembuhan harus didukung dengan hasil pemeriksaan spesifik seperti laboratorium, jadi tidak hanya berdasarkan hilangnya gejala

    Selain itu, setelah resmi dinyatakan sembuh oleh pelayanan kesehatan tempat dirawat, harap tetap melaksanakan himbauan pencegahan covid-19 seperti pada umumnya. Sebab 14% dari pasien yang sembuh ternyata mengalami infeksi berulang sehingga tetap diharap untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat. Terima kasih



  • Selamat pagi, saya ingin bertanya, data yang ada di website pemprov maupun pemkab pemkot merupakan data kumulatif, lalu ada peta persebaran yang ditandai zona merah, coklat, dan kuning. Apakah ada batas waktu zona tersebut tidak ditandai dengan warna2 tersebut atau menunggu sampai sembuh semua? Lalu data kumulatif selesai ketika apa?



  • @Relawan-sholah
    ijin bertanya apakah pcr di rs unair khusus rs rujukan utama jatim itu gratis karna tahu sendiri biaca cek pcr/swab nasofaring sangat tak terjangkau mohon arahan


  • Relawan

    Halo @diptahernandez
    Izinkan saya membantu menjawab pertanyaan saudara.

    Dilansir dari tagar.id. Manajer Pelayanan Medis RSUA Muhammad Ardian mengatakan bahwa bagi masyarakat umum memiliki gejala Covid-19, berupa panas tinggi 38 derajat, batuk, sesak nafas serta memiliki riwayat kontak positif atau memiliki riwayat bepergian luar negeri atau ke daerah terjangkit. Kemudian didiagnosa oleh dokter sebagai ODP atau PDP, maka pemeriksaan tidak dikenakan biaya.

    Namun, bagi masyarakat tidak memiliki indikasi atau gejala yaitu panas tinggi atau sesak nafas. Serta dokter tidak mengeluarkan ODP atau PDP maka pemeriksaan dipungut biaya.

    Bagi masyarakat yang tidak memiliki indikasi atau gejala, serta tidak bepergian ke daerah terjangkit dan kebanyakan orang yang panik saja untuk memeriksakan. Maka untuk hal akan dikenakan biaya.

    Sebab, biaya yang ditanggung pemerintah hanya orang dalam pemantauan (ODP) yang memerlukan pemeriksaan swab PCR Covid-19, atau pasien dalam pengawasan (PDP) yang telah ditetapkan dokter RS Unair.

    Hal itu sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK. 01/07/MENKES/169/2020 tentang Penetapan Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging Tertentu dan Permenkes Nomor 59 Tahun 2016 tentang Pembebasan Biaya Pasien Penyakit Emerging Tertentu serta Permenkes Nomor HK. 01/07/MENKES/182/2020 tentang Jejaring Laboratorium Pemeriksaan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

    Karena itu, masyarakat yang ingin memeriksakan diri secara mandiri tetap harus membayar biaya pemeriksaan.

    Semoga membantu.

    Sumber:
    https://www.tagar.id/penjelasan-rs-unair-soal-tes-corona-bayar-rp-2-juta
    https://regional.kompas.com/read/2020/03/20/19524701/viral-tarif-tes-virus-corona-di-rs-unair-sampai-jutaan-ini-penjelasan-rumah?page=all#page2


Log in to reply
 



Pengguna Online: