Apa batuk hidung tersumbat dan demam ringan gejala covid19



  • Saya mau bertanya apa batuk hidung tersumbat dan demam ringan adalah gejala covid19 soalnya satu keluarga saya mengalami hal yang serupa, mohon bantuannya πŸ™


  • Relawan

    Dear @marjubpras
    Terimakasih atas pertanyaannya. Izinkan saya membantu menjawab

    Beberapa studi mengatakan bahwa jika seseorang diduga terinfeksi COVID-19, maka akan mengalami gejala klinis seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas yang muncul setelah 2 hari, atau selama 14 hari setelah terpapar virus.

    Orang yang terinfeksi COVID-19 dan influenza akan mengalami gejala infeksi saluran pernafasan yang sama, seperti demam, batuk dan pilek. Walaupun gejalanya sama, tapi penyebab virusnya berbeda-beda, sehingga kita sulit mengidentifikasi masing-masing penyakit tersebut. Pemeriksaan medis yang akurat disertai rujukan pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk mengonfirmasi apakah seseorang terinfeksi COVID-19. Bagi setiap orang yang menderita demam, batuk, dan sulit bernapas sangat direkomendasikan untuk segera mencari pengobatan, dan memberitahukan petugas kesehatan jika mereka telah melakukan perjalanan dari wilayah terjangkit dalam 14 hari sebelum muncul gejala, atau jika mereka telah melakukan kontak erat dengan seseorang yang sedang menderita gejala infeksi saluran pernafasan

    Dari keluhan yang anda sampaikan saat ini, tidak menunjukkan gejala covid19. Apabila demam dan batuk tidak berangsur membaik segera hubungi dokter. Kunjungi link ini https://checkupcovid19.jatimprov.go.id/covid19/ untuk mengetahui kondisi saudara lebih lanjut.

    Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah tertularnya virus ini adalah:

    1. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem imunitas / kekebalan tubuh meningkat.
    2. Mencuci tangan secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol.
    3. Ketika batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan).
    4. Hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum.
    5. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut (segitiga wajah). Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita.
    6. Gunakan masker penutup mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat berada di tempat umum.
    7. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan benar, lalu cucilah tangan Anda.
    8. Menunda perjalanan ke daerah/ negara dimana virus ini ditemukan.
    9. Hindari bepergian ke luar rumah saat Anda merasa kurang sehat, terutama jika Anda merasa demam, batuk, dan sulit bernapas. Segera hubungi petugas kesehatan terdekat, dan mintalah bantuan mereka. Sampaikan pada petugas jika dalam 14 hari sebelumnya Anda pernah melakukan perjalanan terutama ke negara terjangkit, atau pernah kontak erat dengan orang yang memiliki gejala yang sama. Ikuti arahan dari petugas kesehatan setempat.
    10. Selalu pantau perkembangan penyakit COVID-19 dari sumber resmi dan akurat. Ikuti arahan dan informasi dari petugas kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat. Informasi dari sumber yang tepat dapat membantu Anda melindungi dari Anda dari penularan dan penyebaran penyakit ini.

    Terimakasih
    Semoga jawaban ini bisa membantu



  • Salam sehat @marjubpras

    Terima kasih atas pertanyaannya.
    Saya akan coba menjawab.

    Tarik napas hembuskan perlahan.
    Jangan cemas yaa kak.
    Mari kenali lagi gejala terinfeksi COVID-19:

    1. Demam > 38Β°C
    2. Gg pernafasan (batuk, sesak napas, nyeri tenggorokan)

    Nah, jangan lupakan riwayat perjalanan:

    1. Pernahkan berpergian ke zona merah di Indonesia ataupun luar negeri 2 mgg terakhir?
    2. Pernahkan anda kontak langsung bersama kerabat/saudara/keluarga yang pernah berpergian ke zona merah di Indonesia ataupun luar negeri 2 mgg terakhir?

    Alangkahbaiknya kita perlu waspada ya.

    1. Cuci tangan
    2. Pakai masker
    3. Jaga jarak
    4. Tingkatkan asupan kaya vit (sayur,buah), protein (ikan)
    5. Luangkan waktu untuk olahraga
    6. Pergi ke Yankes terdekat bilamana kondisinya belum membaik dengan perawatan mandiri

    Semoga dapat membantu
    Terima kasih



  • @Relawan-Novanda andai cuma Salah Satu dr gejala yg di alami. misalkan tenggorokan kering ketika bangun tdr n saat selang setengah jam rasa itu hilang. Apakah itu bs dikatakan gejala?


  • Relawan

    Dear @MeGhanny
    Terimakasih atas pertanyaannya. Izinkan saya membantu menjawab

    Beberapa studi mengatakan bahwa jika seseorang diduga terinfeksi COVID-19, maka akan mengalami gejala klinis seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas yang muncul setelah 2 hari, atau selama 14 hari setelah terpapar virus. Pada gejala Covid-19 ini terlihat mirip dengan flu maupun pilek biasa. Sehingga untuk mendiagnosisnya, diperlukan keterangan riwayat bepergian atau kontak dengan orang yang berasal dari wilayah paparan virus. Tidak hanya itu, tes laboratorium berupa spesimen juga dibutuhkan.

    Jika hanya tenggorokan kering, tidak menunjukkan gejala covid19. Dikarenakan tidak mengalami demam, gangguan pernafasan dan tidak adanya riwayat berpergian ke wilayah terjangkit maupun kontak dengan orang yang menderita covid19

    Saat ini selama gejalanya masih ringan, maka yang perlu dilakukan adalah :
    Dirumah saja, hindari berpergian kecuali ada kepentingan yang mendesak
    Minum air putih yang banyak, minimal 2 liter/ hari
    Rajin kumur menggunakan air hangat yang sudah dicampur dengan sedikit garam.
    Makan yang banyak, tapi hindari pedas dan gorengan, sebisa mungkin makan makanan berkuah.
    Minum vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
    Cukup tidur, minimal 8 jam.
    Rajin cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
    Ketika batuk atau bersin, tutup menggunakan tissue atau lengan atas baju bagian dalam agar air liur tidak terpercik kemana-mana. Jangan menutup menggunakan telapak tangan secara langsung.
    Bila ada keluhan demam, dan sesak napas, maka segera lakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit rujukan setempat. Pastikan Anda menggunakan masker selama perjalanan.

    Informasi lebih lanjut dapat diakses di infocovid19.jatimprov.go.id

    Terimakasih
    Semoga jawaban ini bisa membantu



  • @Relawan-Novanda makasih kak atas penjelasannya πŸ™



  • @Relawan-Vega saya gk pernah pergi kemana mana kak didesain soalnya, di Bojonegoro belum ada yg terkena covid19



  • @Relawan-Novanda tapi yg anehnya satu keluarga saya mengalami hal yang serupa, kalau lihat adik saya batuk sedih liatnya kak



  • Mhn maaf.cara masuk u bicara curhat bgmn _ΕΈΒͺΒͺ..lewat mana..sy kog bingung krn gaptek


  • Relawan

    Halo @wid terima kasih atas pertanyaan Anda

    Saya izin untuk bantu menjawab.

    Pilih kategori dicurhat ya

    Sekarang dimulai dari Anda untuk tetap #dirumahaja dan dapat melakukan beberapa upaya seperti physical distancing, minum air putih 8 gelas perhari, makan makanan bergizi dan seimbang, cukup tidur 7-8 jam perhari, jangan panik dan hindari stress, olahraga ringan minimal 30 menit perhari, terapkan etika batuk dan bersin, rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta perilaku hidup bersih dan sehat lainnya. Jika sakit dengan gejala ringan silakan isolasi mandiri di rumah. Jika sakit dengan gejala berat silakan kunjungi fasilitas layanan kesehatan terdekat.

    Demikian semoga dapat membantu dan Anda sekeluarga diberikan kesehatan selalu.

    Deteksi dini covid-19 dapat melalui
    https://checkupcovid19.jatimprov.go.id/covid19/

    Info lengkap kunjungi infocovid19.jatimprov.go.id



  • @RelawanRiris pagi ,
    Saya mengalami gejala batuk kering sekitar -+ 2/3minggu tetapi tidak setiap hari , yg paling sering di malam hari
    Terkadang disertai sesak nafas dan demam(sy tdk punya riwayat asma sblumnya) .
    Apa kah ini termasuk gejala covid-19? Sedangkan sy tinggal di kabupaten jember dan sy tidak prnh berpegian keluar kota ..
    Terimakasih .


  • Relawan

    Halo @marjubpras

    Gejala COVID-19 sampai saat ini tidak spesifik dan dapat bervariasi. Demam lebih dari
    100.4F, batuk (terutama batuk kering), atau sesak napas adalah gejala yang sering ditemui.
    Seperti infeksi virus lainnya, gejala nyeri otot atau badan pegal-pegal, ganguan makan
    (anoreksia), lemas, dan sakit kepala umum ditemui. Gejala lain seperti diare, hidung meler,
    juga dapat ditemui. Jika ada riwayatbepergian ke tempat dengan kasus COVID-19atau
    kontak dengan seseorangyang COVID-19positif atau dicurigai memiliki COVID-19, maka
    risiko menjadi lebih tinggi.
    Jangan panik tetap waspada dan budayakan cuci tangan 6 langkah dibawah air mengalir

    Semoga membantu

    Dara Safira Mellyana A.P
    Mahasiswa Keperawatan



  • @R-nrtma Selamat pagi,

    Gejala covid-19 adalah demam lebih dari 38 derjat celcius, batuk kering, sakit tenggorakan, lemas, hingga sesak napas . Masa inkubasi virus covid -19 adalah 2 - 14 hari.

    Untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan jika gejala memburuk, kami sarankan ibu melakukan pemeriksaan ke fasyankes terdekat dengan menggunakan masker.

    Tetap jaga kesehatan dengan menggunakan masker saat dikerumunan, melakukan pola hidup bersih dan sehat, terapkan etika batuk, physical distancing dan terapkan isolasi mandiri saat di rumah dengan membedakan alat makan dab tempat tidur dengan yang lainnya.

    Terima kasih dan salam sehat.


  • Relawan

    Dear @marjubpras
    Terimakasih atas pertanyaannya. Izinkan saya membantu menjawab

    Melihat adik anda yang batuk bahkan hingga satu keluarga biasanya penularan penyakit yang utama adalah terjadi kontak sumber penularan dan ada kontak yang sakit di sekitarnya 1-2 hari sebelumnya antara lain anggota keluarga itu sendiri yang berada dalam satu rumah. Ada baiknya bagi anggota keluarga yang sedang sakit batuk untuk tetap menggunakan masker dirumah supaya mencegah tidak semakin menyebarnya virus influenza maupun batuk itu sendiri terutama untuk melindungi anak kecil atau orang tua. Pastikan juga dalam satu rumah menggunakan alat makan dan minum yang berbeda serta handuk mandi yang berbeda.

    Terimakasih
    Semoga jawaban ini bisa membantu


  • Relawan

    Sama-sama @marjubpras
    Senang bisa membantu. Jika ada pertanyaan,silahkan ditanyakan kembali.
    Jangan lupa untuk turut membantu sebarkan adanya forum ini, supaya semakin banyak orang yang dapat terbantu.



  • Selamat siang @Relawan-Dara-S
    Bagaimana jika kami tinggal di daerah zona merah? Karena surabaya pun merupakan zona merah.

    Mengenai apakah kami pernah bertemu dengan pasien positif covid, tentu kami tidak bisa tahu. Karena nama nama mereka tidak di buka.

    Jika misalkan kami kebetulan berbelanja kebutuhan harian di supermarket atau apotik dan kami terpaksa bertemu orang positif. Tentu kami tidak tahu.

    Sedangkan saat ini banyak orang tanpa gejala. Jadi bagaimana baiknya kami mengetahui apakah itu flu biasa atau covid 19?

    Terima kasih sebelumnya atas jawabannya. πŸ™πŸ˜Š


  • Relawan

    Halo @dewi-mega

    Virus corona memiliki masa inkubasi sekitar tujuh hari. Gejala coronavirus atau juga disebut Flu Wuhan ini dapat muncul kapan saja dari dua hingga tiga hari atau bahkan hingga 12 hari setelah infeksi.

    Dilansir dari China Press berikut perbedaan Gejala virus corona pilek atau flu biasa dan influenza yang mesti Anda ketahui:

    1. Pilek biasa terjadi ketika seseorang terkena infeksi virus pada hidung dan tenggorokan. Biasanya pilek biasa tidak berbahaya.
      Yang tubuh rasakan saat pilek yakni batuk, bersin, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, tubuh terasa lelah sakit kepala ringan dan demam ringan
      Saat tubuh terserang pilek ingus akan berbentuk cair dan setelah dua atau tiga hari ingus menjadi lebih tebal dan berwarna kuning atau hijau.
      Pilek biasanya sembuh dalam lima hingga tujuh hari

    2. Influenza menyerang biasanya secara tiba-tiba
      Beberapa gejala demam dan perasaan dingin yang ekstrem (menggigil, gemetar), batuk, hidung tersumbat, nyeri tubuh, terutama sendi dan tenggorok, kelelahan, nyeri kepala, iritasi mata, mata berair, mata merah, kulit merah (terutama wajah), serta kemerahan pada mulut, tenggorok, dan hidung, demam tinggi hingga 40 derajat celsius
      Jika tidak diobati, situasinya dapat memburuk menjadi pneumonia (radang paru-paru).

    3. Gejala infeksi virus corona memiliki kesamaan dengan gejala penyakit pernapasan umum yakni demam, batuk kering, sesak napas dan kesulitan bernapas.
      Namun, terkadang tidak ada demam.
      Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat memburuk menjadi pneumonia, sindrom pernapasan akut yang parah, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

    Begini cara gejala dan yang dirasakan oleh orang yang terjangkit virus corona dari hari ke hari mengutip dari bussines insider

    Hari 1: Pasien mengalami demam atau suhu tinggi. Mereka juga mungkin mengalami kelelahan, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil mungkin mengalami diare atau mual satu atau dua hari sebelumnya.
    Hari 5: Pasien mungkin mengalami kesulitan bernafas terutama jika mereka orang yang sudah lanjut usia atau memiliki penyakit yang yang sebelumnya telah kronis
    Hari 7: Ini adalah waktu rata-rata, sebelum pasien dirawat di rumah sakit. Menurut penelitian Universitas Wuhan di hari ketujuh inilah gejala mulai semakin parah, pasien biasanya perlu dirawat di hari ketujuh.
    Hari 8: Pada titik ini, pasien dengan kasus yang parah memperlihatkan sindrom gangguan pernapasan akut, yang terjadi yakni paru-parunya dipenuhi cairan dan kesulitan bernafas sehingga menyebabkan gagal nafas dan berakibat sangat fatal
    Hari 10: Jika pasien menunjukkan gejala yang terus memburuk, ini adalah waktu dalam perkembangan penyakit ketika pasien tersebut kemungkinan besar akan dirawat di ICU. Pasien-pasien ini mungkin mengalami sakit perut dan kehilangan nafsu makan untuk para pasien dengan kasus yang lebih ringan. Hanya sebagian kecil yang mati: Tingkat kematian saat ini berkisar sekitar 2 persen.
    Hari 17: Rata-rata, orang yang sembuh dari virus dikeluarkan dari rumah sakit setelah menjalani perawatan selama 2,5 minggu.

    Cara pencegahannya bagaimana?

    1.Cuci tangan dengan air dan sabun selama minimal 20 detik
    2.Hindari memegang mata, hidung, mulut, jika terpaksa, cuci tanganterlebih dahulu
    3.Ketika bersin/batuk, gunakan tisu sekali pakai atau tutup mulut menggunakan lengan
    4.Bersihkan permukaan benda-benda di rumah, terlebih yang sering digunakan, seperti
    meja, permukaan dapur, wastafel, dsb
    5.Hindari keramaian, jaga jarak setidaknya 2 meter jika harus berinteraksi sosial
    6.Jika memiliki gejala, gunakan masker, dan sedapat mungkin, alokasikan kamar
    terpisah untuk si sakit
    7.Hindari pemakaian bersama barang-barang yang sifatnya personal seperti sendok,
    piring, gelas, dan handuk
    8.Makan, minum, istirahat cukup, olahraga dalam rumah seperti yoga, untuk menjaga
    stamina dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh
    9.Hindari stres

    Hal tersebut di atas juga dilakukan saat self quarantine dan self isolation.

    Semoga membantu

    Dara Safira Mellyana A.P
    Mahasiswa Keperawatan


Log in to reply
 



Pengguna Online: