Transparansi data dan snow ball



  • Dear Pemprov Jatim,

    Bersama ini saya pribadi ingin memberikan saran dan harapan :

    1. Jangan ada pernah data yang ditutupi di suatu daerah , terlepas akibat apapun transparansi data sangat penting. Semoga semua Kab Kota di Jatim jujur dengan data yang ada

    2. Mohon perbanyak testing. PCR di tiap Kab/Kota atau di RS rujukan di Jatim serta hasilnya jangan melalui Jakarta, karena lama dan banyak birokrasinya

    3. Tolong apa solusi untuk OTG orang tanpa gejala yang membuat selalu berpikir kepada orang tua kita. Solusinya perbanyak testing di tiap daerah. Karena saya resiko bekerja dalam dunia sales yang selalu berinteraksi dengan banyak orang

    4. Swab Test jangan bayar. Tolong JELASKAN kenapa masih ada yang bayar ? Teman saya sendiri bayar soalnya. Apakah dia keliru tahap tanpa rujukan daerah atau Bagaimana ? Dia sempat dr Jaksel suatu acara yg ternyata di acara itu selesai sekian hari ada peserta lainnya positif Corona . Tolong dibantu terkait ini, karena masyarakat beresiko tanpa testing hanya ibarat berdoa kepada Tuhan saja bergarap sehat. Jadi tolong disinilah peran pemerintah terhadap masyarakatnya

    Terima kasih maaf jika ada pertanyaan atau saran yg kurang berkenan. Hanya bermaksud untuk membantu pemerintah agar senantiasa sigap dan responsif selalu

    Semangat SEHAT SELALU



  • Dear @HudaesyAgamS

    Mohon ijin menjawab
    Terimakasih atas aspirasi yang saudara sampaikan. Hal ini akan menjadi petimbangan kami.

    Dengan ini kami ingin meluruskan sedikit tentang aspirasi saudara.

    1. Data yang kami terima sepenuhnya data koordinasi tiap daerah. Setiap pemkab/pemkot/dinkes setempat berkewajiban memberikan laporan update pasien COVID-19 did derahnya secara online dan selalu di update setiap hari pukul 14.00-18.00. Apabila ada perbedaan data, hal tersebut bisa tergantung dari kecepatan koordinasi dan kecepatan update data. Saudara dapat lihat dari waktu data tersebut di update.
    2. Pelaporan hasil PCR sudah menjadi protokol pemerintah sehingga semua informasi tetang data dan hasil tes masuk dalam satu pintu untuk memudahkan koordinasi antar wilayah.
    3. Pada dasarnya apabila seseorang yang positif namun tanpa gejala, maka orang tersebut akan dilakukan isolasi diri dirumah dan dianjurkan untuk selalu meningkatkan imun tubuh. Apabila selama isolasi diri selama 14 hari pasien tersebut tidak mengalami gejala COVID-19, pasien tersebut akan dilakukan cek swab kembali dan virus tersebut dapat mati. Oleh karena itu setiap warga dianjurkan untuk tetap dirumah saja bertujuan untuk meminimalisir pertemuan antar warga sehingga risiko penularan dapat menurun. Apabila terpaksa keluar rumah, maka dianjurkan untuk tetap memakai masker dan menjaga kebersihan diri sepulang kerumah.
    4. Menurut ketua BPJS Kesehatan saat ini sedang membahas untuk regulasi baru bagi pasien yang PDP maupun ODP yang harus di jamin BPJS Kesehatan. Sehingga mohon bersabar untuk kebijakan selanjutnya.

    Semoga kita semua terhindar dari COVID-19
    Semoga membantu
    Terima kasih



  • @HudaesyAgamS setahu saya kalau Di Jatim, jika Seseorang positif di rapid test, hrs ditindak lanjuti dgn test swab( PCR Test) kalau hasil tis ini positif biayanya di tanggung Pusat, kalau hasilnya negatif biayanya ditanggung pemprov. Jadi biaya test selalu gratis pak. Tapi saya belum tahu secara operasionalnya bagaimana


Log in to reply
 



Pengguna Online: