Butuh nomor WA Satpol PP untuk masyarakat bisa melaporkan kerumunan dan mendapat respon cepat.



  • Selamat siang. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah nomor WA khusus untuk tempat kami bisa melapor.

    Nomor WA satpol PP yang di operasikan manusia (bukan chat bot), cepat merespon dan mudah di hubungi saat masyarakat butuh melaporkan kerumunan.

    Sehingga masyarakat punya tempat yang dituju jika mereka butuh "wadul"

    Nomor WA ini amat penting karena tidak semua masyarakat memiliki telepon PTSN dan menelepon nomor PTSN dari HP juga biayanya mahal.

    Sedangkan kalo paket internet. Kebanyakan orang pasti punya.

    Untuk satpol PP, apakah nomor WA khusus sebagai tempat pelaporan.

    Terima kasih.


  • Relawan

    Selamat Siang, Salam Sehat Indonesia!
    Dear @dewi-mega
    Untuk tindakan pelaporan jika ada masyarakat yang masih berkerumun bisa diadukan kepada ketua RT/RW setempat terlebih dahulu. ketua RT/RW telah mendapatkan arahan dari pemerintah daerah, sehingga aduan masyarakat akan lebih dapat diatasi dengan cepat dan solusi yang didapatkan pun akan tepat. biasanya RT/RW akan menghubungi polisi atau satpol pp untuk tindakan pembubarannya.
    selengkapnya cek di
    infocovid19.jatimprov.go.id/

    salam



  • Mengenai laporan kepada RT/RW tentu saja kami tidak perlu diajari.

    Tetapi jika kami melaporkan kepada RT/RW setempat. Seringkali tidak mendapat respon. Dan jika para berandalan mengetahui bahwa rumah kami yang melaporkan.

    Maka rumah kami akan di ganggu.

    Karena kami tidak dapat melapor kepada RT/RW setempat, maka dari itulah kami membutuhkan tempat lain selain RT/RW.

    @Relawan-Emmil Terima kasih atas responnya. Tetapi jawaban kakak tidak membantu😊. Selamat siang dan salam hangat



  • @dewi-mega y begitu kira kira

    ditempat kami physcal distancing gk jalan



  • Benar sekali kak @mahsus
    Di tempat saya. Percuma jika melaporkan pada RT/RW dan keamanan kampung.

    Karena :

    1. Biasanya yang berkerumun adalah anak anak berandal dari suku tertentu. Dan celakanya petugas keamanan kampung juga dari suku yang sama. Sehingga tidak di tegur.
    2. RT/RW kadang melarikan diri dari tanggung jawab karena mereka juga takut.
    3. Jika diketahui bahwa rumah saya yang melaporkan. Maka rumah saya akan di ganggu oleh berandalan.

    Itulah kira kira kesulitannya membubarkan anak anak berandalan yang berkerumun.


  • Relawan

    Selamat siang Dewi Mega

    Untuk pelaporan terhadap masyarakat yang masih berkerumun di tempat seperti warkop, caffe, dsb. hingga batas yang ditentukan dan/atau tidak melakukan social distancing di temat umum, ada baiknya melaporkan dahulu melalui RT/RW setempat. RT/RW setempat dapat melaporkannya ke bagian Humas Dinsos untuk segera ditindak lanjuti.

    Semoga membantu dan tetap jaga kesehatan. Salam Sehat



  • @dewi-mega betul setuju percuma lapor RT RW. Mereka gak akan teruskan ke satpol ataupun polisi. Seperti di warung sekitaran Karangasem Surabaya tetep aja banyak yg ngumpul2 berdekatan . Harusnya bisa langsung satpol . RT RW kalau gak ada tips mana mau gerak



  • Agak susah kalau lapor RT RW karena tingkat kepedulian masyarakat masih rendah...
    Apalagi kalau kerumunan yang kita lihat bukan diwilayah kita...
    Nah tolong pertanyaan diatas dijawab...
    Kalau ada kerumunan itu lapor siapa...


  • Relawan

    Halo @Napoleon

    Silakan hubungi Polri 110 untuk diteruskan ke kepolisian terdekat atau hubungi langsung kantor polisi terdekat di daerah Anda.



  • @Relawan-Eswahos terima kasih..
    di tempat saya pemukiman padat dikampung..
    ada 2 yang dari luar kota yang pertama
    warga ktp setempat usia kurang lebih 32 tahun. kurang dari 14 hari dari kalimantan. sudah lapor ke bnpb belum ada tindakan..
    apa menumggu gejala sakit atau gimana?
    bagaimana kalau dia asimtomatik carrier?
    yang kedua hari ini datang sepasang suami istri usia 60 an dan 50 an..
    kabar yang beredar sang suami usia 60 tahun sempat dikarangtina di kediri..
    karena suhu badan panas..
    bagaimana memastikan kondisi keduanya sehat..



  • @Napoleon benar sekali kak. Sepanjang perjalanan pulang dari tempat kerja ke rumah. Saya banyak melihat kerumunan. Baik di kampung saya sendiri. Maupun di sepanjang jalan. Meliburkan anak sekolah malah membuat mereka bermain bola di jalan raya. Makin menimbulkan keramaian. Belum lagi masih banyak ojol yang bergerombol di warkop. Jika saya hanya lewat, mana mungkin saya tahu RT/RW mereka. Logikanya jika di kampung itu ada warkop, harusnya RT RW tau kalo di kampungnya berdiri warkop. Dan jika memang RT RW perduli. Seharusnya mereka menegur warkop2 tadi. Jadi kesimpulannya. Melapor ke RT RW adalah langkah percuma. Masyarakat butuh figur yang lebih ber otoritas. Misalnya satpol PP. Hanya saja polisi susah dihubungi. Harus menggunakan telepon PTSN. Dan tidak ada WA pelaporan.



  • @dewi-mega nah itulah...negri +62 ketika anda peduli soal keselamatan keluarga dan lingkungan anda dicuekin bahkan ditentang..
    Tapi kalau soal duit...ha ha kita no 1..


  • Relawan

    Halo @dewi-mega terima kasih atas pertanyaannya
    sebelumnya untuk kota/kabupaten mana ya letak tepatnya? karena contact person/hotline satpol PP tiap daerah berbeda-beda


    Perlu diketahui bahwa gejala COVID-19 adalah DEMAM DIATAS 38 DERAJAT CELCIUS, SESAK NAFAS, BATUK KERING DAN PILEK/FLU.
    Maka dari itu WHO dan Kemenkes RI menyarankan :

    1. Hindari kontak langsung seperti bersalaman dan cium pipi
    2. Jaga jarak 1 meter atau lebih dengan orang lain
    3. Sering-sering mencuci tangan
    4. Jika merasa tidak sehat, istirahat yang cukup dan tinggal di rumah (isolasi mandiri)
    5. Gunakan masker jika demam dan batuk serta menutup hidung dan mulut dengan tissue/lengan siku dalam saat batuk/bersin
    6. Kunjungi fasilitas kesehatan jika mengalami kesulitan bernafas
    7. Batasi menggunakan transportasi massal kecuali mendesak
    8. Ikuti panduan resmi dan informasi terkini

    Semoga menjawab pertanyaan
    Terima kasih

    Ttd
    Relawan COVID-19



  • @Relawan-DimasSSW di surabaya kak. Masyarakat 62 tidak bisa jalan hanya dengan himbauan. Pola pikir mereka kebanyakan masih rendah. Karena itu satu satunya hal yang bisa dilakukan hanyalah menyediakan nomor WA satpol PP yang mudah di hubungi. Agar jika ada kerumunan, masyarakat bisa dengan mudah melaporkan. Dan kalo bisa jangan berupa telepon PTSN. Karena menelepon ke PTSN mahal. Kami butuh nomor WA yang mudah di hub dan bisa kami kirimkan gambar lokasi warkop atau kerumunan yang kami temui.



  • Setuju kak



  • Minta tolong didaerah simo gunung kramat timur, daerah putat jaya masih banyak bgt yang cangkruk2. Tolong ditindak. Terimakasih


  • Relawan

    Halo @wildashof

    Saya sarankan anda untuk melaporkan ke pihak keamanan setempat ya untuk ditindaklanjuti

    Sekarang dimulai dari Anda untuk tetap #dirumahaja dan dapat melakukan beberapa upaya seperti physical distancing, minum air putih 8 gelas perhari, makan makanan bergizi dan seimbang, cukup tidur 7-8 jam perhari, jangan panik dan hindari stress, olahraga ringan minimal 30 menit perhari, terapkan etika batuk dan bersin, rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta perilaku hidup bersih dan sehat lainnya. Jika sakit dengan gejala ringan silakan isolasi mandiri di rumah. Jika sakit dengan gejala berat silakan kunjungi fasilitas layanan kesehatan terdekat.

    Demikian semoga dapat membantu dan Anda sekeluarga diberikan kesehatan selalu.

    Deteksi dini covid-19 dapat melalui
    https://checkupcovid19.jatimprov.go.id/covid19/

    Info lengkap kunjungi infocovid19.jatimprov.go.id



  • sy coba cek lokasi terdekat ternyata yg wrn merah sekitar 500m dr lokasi sy
    bagaimana solusinya



  • @dewi-mega Aq pikir cuma di kampungku yg kaya gitu. Di kampungku malah tiap pagi ada senam masal, uda gangnya kecil, banyak motor parkir, yg senam berjubel, empet2an 1 sama lain. Slesei senam masi nongkrong2 sambil minum kopi, ada pak RT nya juga disituuu... Lah trs harus gimana???
    Puji Tuhannya kampungku dr dulu menolak suku itu, jadi ga ada yg berandal2. Emak2nya yg kebelet eksis



  • Suruh lapor RT/RW ?? lha wong tempat saya malah RT nya sebar undangan pengajian masal dimasjid....


Log in to reply
 



Pengguna Online: