Cara Update Data Pasien Confirm (+) di jatim



  • Selamat pagi. Hampir setiap hari saya selalu update peta persebaran ODP, PDP, dan Confirm(+) di Jatim. Yang saya tanyakan, untuk update penambahan pasien, itu dilihat dari tempat RS yang merawat, atau dari domisili tinggal pasien ?

    Misalnya, dari data terbaru menyatakan bahwa Kota Malang bertambah 3 kasus baru. Apakah 3 ini berdomisili di kota malang, ataukah dari kota lain yang di rujuk ke RS di malang?
    terimakasih


  • Relawan

    Selamat Siang Nana

    Untuk informasi tersebut tentunya dilihat dari dimana pasien dirawat. Jika memang pasien dirawat di kota Malang, maka RS akan mendata dan melaporkan data tersebut, dengan catatan pasien tersebut terkonfirmasi positif covid19. Tetapi, jika RS tersebut penuh, maka akan dipindahkan ke fasilitas yang yang dibuat dalam keadaan darurat untuk menampung pasien covid19, sehingga pasien tidak perlu dipindahkan ke kota lain untuk perawatan jika fasillitas di kota tersebut masih memadai.

    Semoga bermamfaat. Salam Sehat



  • This post is deleted!


  • @carolta
    jadi kita tidak bisa tahu ya mbak / mas, domisili asli pasien ada dimana ?

    Terimakasih


  • Relawan

    @nana_ramadhan iya kak



  • Anak saya masih merantau di Jombang asal bengkulu.. Sekarang sedang mengalami demam dan sepertinya kena gejala covid... Bisa mohon bantuannya..


  • Relawan

    Halo @wulanwardhani

    Gejala COVID-19 sampai saat ini tidak spesifik dan dapat bervariasi. Demam lebih dari
    100.4F, batuk (terutama batuk kering), atau sesak napas adalah gejala yang sering ditemui.
    Seperti infeksi virus lainnya, gejala nyeri otot atau badan pegal-pegal, ganguan makan
    (anoreksia), lemas, dan sakit kepala umum ditemui. Gejala lain seperti diare, hidung meler,
    juga dapat ditemui. Jika ada riwayatbepergian ke tempat dengan kasus COVID-19atau
    kontak dengan seseorangyang COVID-19positif atau dicurigai memiliki COVID-19, maka
    risiko menjadi lebih tinggi.

    Jika anak anda dirasa sudah pernah kontak langsung silahkan cek di https://checkupcovid19.jatimprov.go.id/covid19/

    Jangan terlalu panik tetap budayakan cuci tangan 6langkah dengan sabun dibawah air mengalir, dan selalu terapkan physical distancing atau jaga jarak, jangan lupa untuk cukupi nutrisi dengan gizi yang baik

    Semoga membantu

    Dara Safira Mellyana A.P
    Mahasiswa Keperawatan


  • Relawan

    Dear @wulanwardhani
    Terimakasih atas pertanyaannya. Izinkan saya membantu menjawab

    Beberapa studi mengatakan bahwa jika seseorang diduga terinfeksi COVID-19, maka akan mengalami gejala klinis seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas yang muncul setelah 2 hari, atau selama 14 hari setelah terpapar virus.

    Orang yang terinfeksi COVID-19 dan influenza akan mengalami gejala infeksi saluran pernafasan yang sama, seperti demam, batuk dan pilek. Walaupun gejalanya sama, tapi penyebab virusnya berbeda-beda, sehingga kita sulit mengidentifikasi masing-masing penyakit tersebut. Pemeriksaan medis yang akurat disertai rujukan pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk mengonfirmasi apakah seseorang terinfeksi COVID-19. Bagi setiap orang yang menderita demam, batuk, dan sulit bernapas sangat direkomendasikan untuk segera mencari pengobatan, dan memberitahukan petugas kesehatan jika mereka telah melakukan perjalanan dari wilayah terjangkit dalam 14 hari sebelum muncul gejala, atau jika mereka telah melakukan kontak erat dengan seseorang yang sedang menderita gejala infeksi saluran pernafasan

    Dari keluhan yang disampaikan saat ini, anak anda tidak menunjukkan gejala covid19. Apabila demam tidak berangsur membaik segera hubungi dokter. Kunjungi link ini https://checkupcovid19.jatimprov.go.id/covid19/ untuk mengetahui kondisi lebih lanjut.

    Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah tertularnya virus ini adalah:
    1.Menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem imunitas / kekebalan tubuh meningkat.
    2.Mencuci tangan secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol.
    3.Ketika batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan).
    4.Hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum.
    5.Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut (segitiga wajah). Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita.
    6.Gunakan masker penutup mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat berada di tempat umum.
    7.Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan benar, lalu cucilah tangan Anda.
    8.Menunda perjalanan ke daerah/ negara dimana virus ini ditemukan.
    9.Hindari bepergian ke luar rumah saat Anda merasa kurang sehat, terutama jika Anda merasa demam, batuk, dan sulit bernapas. Segera hubungi petugas kesehatan terdekat, dan mintalah bantuan mereka. Sampaikan pada petugas jika dalam 14 hari sebelumnya Anda pernah melakukan perjalanan terutama ke negara terjangkit, atau pernah kontak erat dengan orang yang memiliki gejala yang sama. Ikuti arahan dari petugas kesehatan setempat.
    10.Selalu pantau perkembangan penyakit COVID-19 dari sumber resmi dan akurat. Ikuti arahan dan informasi dari petugas kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat. Informasi dari sumber yang tepat dapat membantu Anda melindungi dari Anda dari penularan dan penyebaran penyakit ini.

    Terimakasih
    Semoga jawaban ini bisa membantu



  • @carolta terimakasih kak


Log in to reply
 



Pengguna Online: