Tentang Zona Merah Daerah



  • Selamat pagi,
    Saya Maulana dari Blitar.
    Mengenai suatu daerah yang masuk zona merah karena ada nya pasien atau orang yang positif Covid-19, dan kemudian dirawat di rumah sakit rujukan atau mengisolasi diri. Jika sudah dinyatakan sembuh. Dan tidak ada yg positif Covid-19. Kenapa status Zona Merah daerah tersebut tidak dicabut ya? Mohon penjelasannya. Terima kasih


  • Relawan

    Dear @Maulana92
    Selamat pagi
    Terimakasih atas pertanyaannya. Izinkan saya membantu menjawab

    Karena data bersifat kumulatif, sehingga meskipun terdapat pasien sembuh, jumlah pasien positif tidak berubah dan zona merah tidak berganti

    Terimakasih
    Semoga jawaban ini bisa membantu



  • Selamat siang,
    Mohon info dong saat ini suami kerja di sidoarjo yg notabene sebagai zona merah,apakah boleh pulang ke probolinggo karena jumat s/d kantornya libur


  • Relawan

    Halo @jasmine terima kasih atas pertanyaan Anda

    Saya izin untuk bantu menjawab.

    Saya sarankan untuk tetap mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak mudik terlebih dahulu untuk memutus rantai penyebaran coronavirus ya, jika urgent saya sarankan untuk isolasi mandiri dirumah selama 14 hari dan melapor ke RT/RW/Faskes setempat

    Sekarang dimulai dari Anda untuk tetap #dirumahaja dan dapat melakukan beberapa upaya seperti physical distancing, minum air putih 8 gelas perhari, makan makanan bergizi dan seimbang, cukup tidur 7-8 jam perhari, jangan panik dan hindari stress, olahraga ringan minimal 30 menit perhari, terapkan etika batuk dan bersin, rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta perilaku hidup bersih dan sehat lainnya. Jika sakit dengan gejala ringan silakan isolasi mandiri di rumah. Jika sakit dengan gejala berat silakan kunjungi fasilitas layanan kesehatan terdekat.

    Demikian semoga dapat membantu dan Anda sekeluarga diberikan kesehatan selalu.

    Deteksi dini covid-19 dapat melalui
    https://checkupcovid19.jatimprov.go.id/covid19/

    Info lengkap kunjungi infocovid19.jatimprov.go.id



  • This post is deleted!

  • Relawan

    Halo @jasmine terima kasih atas pertanyaan Anda

    Saya izin untuk bantu menjawab.

    Lakukan karantina mandiri selama 14 hari ya dan jangan lupa lapor ke RT/RW/Faskes setempat

    Demikian semoga dapat membantu dan Anda sekeluarga diberikan kesehatan selalu.

    Deteksi dini covid-19 dapat melalui
    https://checkupcovid19.jatimprov.go.id/covid19/

    Info lengkap kunjungi infocovid19.jatimprov.go.id



  • @RelawanRiris saya mau me
    nanyakan kalau di lingkungan tinggal saya ada warga kami dari kediri pulang dikalijudan surabaya..
    sedangkan kabar yang kami terima warga tersebut panas sehingga mununda kepulangannya ke surabaya..
    bagaimana cara agar kami mengetahui kondisi sebenarnya ..karena kalau ditanya jawabannya sehat2 aja tanpa keterangan medis yang pasti..
    apa yang bisa kami lakukan ketika pengurus rt rw tidak proaktif


  • Relawan

    Halo @Napoleon terima kasih atas pertanyaan Anda

    Saya izin untuk bantu menjawab.

    Anda tidak perlu panik ya, saya sarankan anda untuk melaporkan ke RT/RW/Faskes terdekat atau memberi tahu ke orangnya untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari, jika panasnya tak kunjung turun dan dibarengi gejalah lain seperti batuk,pilek, sesak nafas segera untuk dibawa ke rumah sakit. Untuk anda tetap terapkan physical distancing, social distancing, minum air putih 8 gelas perhari, makan makanan bergizi dan seimbang, cukup tidur 7-8 jam perhari, jangan panik dan hindari stress, olahraga ringan minimal 30 menit perhari, terapkan etika batuk dan bersin, rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta perilaku hidup bersih dan sehat lainnya. Jika sakit dengan gejala ringan silakan isolasi mandiri di rumah. Jika sakit dengan gejala berat silakan kunjungi fasilitas layanan kesehatan terdekat.

    Demikian semoga dapat membantu dan Anda sekeluarga diberikan kesehatan selalu.

    Deteksi dini covid-19 dapat melalui
    https://checkupcovid19.jatimprov.go.id/covid19/

    Info lengkap kunjungi infocovid19.jatimprov.go.id



  • Siang, maaf mau bertanya..
    Sy dr daerah yg blm konfirm covid19 (kab. Mojokerto), misal sy k surabaya untuk mngambil kerjaan yg mndesak kmudian balik lg k mojokerto, bgaimana ya? Mohin info & tanggapannya..



  • @RelawanRiris terima kasih atas jawabannya. Tapi disini saya mau ambil contoh daerah seperti Kota Blitar. Dimana ada pasien positiv dan sudah sembuh. Tapi status daerah masih zona merah. Apakah hal tersebut bisa dikembalikan ke status tidak zona merah. Karena takutnya stigma akan daerah yg zona merah akan membuat masyarakat berpikir negatif.


  • Relawan

    Selamat malam @abu-abibakr
    izin membantu menjawab

    Sebelumnya perlu diketahui bahwa surabaya saat ini menjadi pusat persebaran Covid-19 di provinsi Jawa Timur. Jika dirasa mendesak dan sangat penting maka sangat penting untuk melakukan upaya pencegahan untuk mengurangi resiko tertular. Sebelum berangkat ke Surabaya, pastikan tubuh bapak dalam keadaan sehat, gunakan masker, usahakan juga membawa handsanitizer. Apabila perjalanan menggunakan transportasi umum sebaiknya pilih transportasi yang agak sepi agar tetap bisa melakukan physical distancing, tetapi lebih disarankan menggunakan kendaraan pribadi usahakan pula sebelum berangkat telah membuat rencana tempat yang akan dituju dan orang yang akan ditemui.

    Ketika di surabaya upayakan untuk meminimalisir bertemu orang, memegang benda yang tidak perlu. dan menyelesaikan urusan secepatnya. pastikan tidak ada yang kurang sehingga tidak perlu lagi kembali ke Surabaya. jika urusan di Surabaya telah selesai sangat disarankan untuk segera kembali ke kota asal. Ketika telah sampai di rumah, disarankan untuk cuci tangan sebelum masuk ke rumah, serta mandi dan mencuci pakaian yang digunakan.

    Jika setelah menyentuh barang barang yang memungkinkan digunakan orang banyak (seperti ganggang pintu) diupayakan untuk cuci tangan dengan sabun atau menyemprot hand sanitizer. dan hindari untuk menyentuh area wajah.

    yang terakhir jangan lupa untuk berdoa sebelum perjalanan.

    Semoga membantu



  • Berkenaan dengan zona merah kenapa tidak menyebutkan spesifik wilayah terendah misalkan sampai tingkat kelurahan/desa?



  • Mungkin karena rahasia antara dokter-pasien bu.
    Sengaja hanya sampai kecamatan. Sebab kalau sampai tingkat desa akan lebih mudah tracing dan atau akan lebih banyak hoaks.


  • Relawan

    Halo @assyifatu
    Izinkan saya membantu menjawab pertanyaan saudara.

    Identitas pasien merupakan rahasia yang harus dipegang teguh oleh tenaga kesehatan berdasarkan sumpah dan kode etiknya. Jadi tenaga kesehatan tidak diperkenankan membuka rahasia pasien dalam hal apapun kecuali diminta di pengadilan untuk kesaksian.

    Pada dasarnya, setiap pasien mempunyai hak mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya. Ini diatur dalam Pasal 32 huruf i Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit (“UU 44/2009”),

    Hak serupa juga diatur dalam Pasal 57 ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Kesehatan (“UU Kesehatan”) dan Pasal 17 huruf h angka 2 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (“UU KIP”).

    Dilansir dari suara.com Ketua Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia, dr Mahesa Paranadipa, MH mengatakan bahwa data yang dapat disampaikan ke publik dalam kejadian wabah virus corona Covid-19 ini adalah jenis kelamin pasien, umur pasien, jumlah pasien yang dirawat, jumlah pasien sembuh, dan jumlah pasien meninggal disuatu wilayah.

    Sehingga diperlukan kesadaran masyarakat itu sendiri untuk melakukan physical activity. Jika mereka tidak bisa, maka mulaikan dari diri Anda.



  • @Relawan-Cindy-M terimakasih kak atas jawabannya,yg saya tanyakan disini adalah mengenai wilayah bukan identitas pasien,apa gak seharusnya diterapkan mulai dari zona paling bawah misalkan desa/kelurahan sehingga masyarakat bisa lebih menjaga diri,kalo lingkup kecamatan saya rasa terlalu luas



  • Klo informasi daerak kabupaten bogor
    Harus lewat mana



  • Mohon arahan,.. Bapak saya waktu nyepi kemarin pulang kampung naik bus ke tabanan Bali mengunjungi nenek disana saat ini masih di Bali krn keluarga disini menyarankan utk stay diBali sampai pandemi ini berakhir dan dilihat sampai dengan saat ini pandemi juga tdk berkurang, bapak saya mendesak ingin kembali ke surabaya karena juga ada pekerjaan. Apa yang kami sebagai keluarga harus lakukan? mengingat dirumah banyak anak kecil juga kemudian bapak saya usia 53 th punya riwayat diabetes, pernah tbc beberapa tahun yg lalu dan pulang k sby dengan bus? Mohon arahannya


  • Relawan

    Dear @dbrinred24
    Terimakasih atas pertanyaannya. Izinkan saya membantu menjawab

    Saya menyarankan untuk tetap dirumah terlebih dahulu sesuai himbauan dari pemerintah serta menerapkan physical distancing. Jika bapak anda akan melakukan perjalanan pulang maka akan ada risiko penularan kepada anggota keluarga ataupun rekan kerja yang tanpa disadari sebelumnya. Yang mana risiko penularan tersebut didapatkan selama di perjalanan. Oleh karena itu, kami menghimbau agar menunda hal tersebut sebelum wabah ini berakhir.

    Anda bisa mengecek kondisi anda dan keluarga melalui http://checkupcovid19.jatimprov.go.id/

    Apabila dalam keadaan mendesak dan mengharuskan untuk melakukan perjalanan pulang. Prinsip yang harus dilakukan adalah :
    Protokol Keluar Rumah
    • Pakai jaket atau baju lengan panjang
    • Pakai masker saat mau keluar
    • Diusahakan tidak menggunakan transportasi umum, jika memungkinkan gunakanlah kendaraan pribadi
    • Lapisi tisu/kain pada jari tangan saat mau menyentuh apapun. Langsung buang tisu ke tempat sampah. Atau menggukan siku saat mau mendorong pintu atau memijit tombol di lift
    • Batuk dan bersin dengan etika yang benar yaitu menggunakan tisu atau lengan. Langsung buang tisu ke tempat sampah. Lalu segera cuci tangan atau pakai hand sanitizer
    • Usahakan transaksi non tunai jika memungkinkan, sehingga tidak banyak menyentuh uang kertas atau logam
    • Segera cuci tangan atau pakai hand sanitizer setelah menyentuh benda-benda umum apapun
    • Menjaga jarak aman dengan orang lain, saat antri atau saat berkomunikasi. Jarak yang dianjurkan yaitu sekitar 1-2 meter

    Protokol Masuk Rumah
    • Ketika sudah sampai di rumah, jangan menyentuh benda apapun apalagi bersalaman
    • Segera buka sandal/sepatu sebelum masuk ke dalam rumah
    • Simpan tas, dompet, dan barang lainnya ke tempat khusus
    Segera buka pakaian dan simpan ke dalam cucian kotor atau bila perlu segera mencucinya.
    Segera mandi menggunakan sabun. Keramas bila diperlukan.
    Jika tidak memungkinkan untuk mandi, maka bersihkan semua area tubuh yang terpapar dengan lingkungan luar terutama wajah dan telapak tangan
    • Bersihkan HP. Kacamata dan benda lainnya yang digunakan saat berada di lingkungan luar selama perjalanan mudik
    • Bersihkan seluruh permukaan benda yang dibawa menggunakan desinfektan

    Serta siap menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.harus menjaga jarak dengan keluarga saat berkomunikasi. Bahkan harus memiliki kamar/ruangan khusus terpisah dari anggota keluarga lain.
    Dan menerapkan PHBS, termasuk makan makanan bergizi, menerapkan etika batuk dan bersin yang benar, rajin mencuci tangan dengan sabun

    Terimakasih
    Semoga jawaban ini bisa membantu



  • Terima kasih atas jawabannya sangat membantu, Mohon izin bertanya lagi jika urgent dan mengharuskan untuk melakukan perjalanan pulang selain menjalankan protokol yg Ibu sarankan diatas apakah bisa sesampainya di sby melakukan tes covid di rs kemudian isolasi atau setelah isolasi baru tes covid ( khawatir terkadang yg positif covid tanpa gejala)?


  • Relawan

    Halo @assyifatu
    Mohon izin menambahkan

    Utk dapat mengetahui jumlah kasus di wilayah tertentu dapat menggunakan layanan radar kami di link berikut:
    http://infocovid19.jatimprov.go.id/wacovid19

    Apabila link tersebut error/tidak ada jawaban, maka bisa diulangi membuka link tersebut lagi.

    Terimakasih, semoga membantu.


Log in to reply
 



Pengguna Online: