Tentang Zona Merah Daerah


  • Relawan

    Halo @assyifatu
    Izinkan saya membantu menjawab pertanyaan saudara.

    Identitas pasien merupakan rahasia yang harus dipegang teguh oleh tenaga kesehatan berdasarkan sumpah dan kode etiknya. Jadi tenaga kesehatan tidak diperkenankan membuka rahasia pasien dalam hal apapun kecuali diminta di pengadilan untuk kesaksian.

    Pada dasarnya, setiap pasien mempunyai hak mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya. Ini diatur dalam Pasal 32 huruf i Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit (“UU 44/2009”),

    Hak serupa juga diatur dalam Pasal 57 ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Kesehatan (“UU Kesehatan”) dan Pasal 17 huruf h angka 2 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (“UU KIP”).

    Dilansir dari suara.com Ketua Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia, dr Mahesa Paranadipa, MH mengatakan bahwa data yang dapat disampaikan ke publik dalam kejadian wabah virus corona Covid-19 ini adalah jenis kelamin pasien, umur pasien, jumlah pasien yang dirawat, jumlah pasien sembuh, dan jumlah pasien meninggal disuatu wilayah.

    Sehingga diperlukan kesadaran masyarakat itu sendiri untuk melakukan physical activity. Jika mereka tidak bisa, maka mulaikan dari diri Anda.



  • @Relawan-Cindy-M terimakasih kak atas jawabannya,yg saya tanyakan disini adalah mengenai wilayah bukan identitas pasien,apa gak seharusnya diterapkan mulai dari zona paling bawah misalkan desa/kelurahan sehingga masyarakat bisa lebih menjaga diri,kalo lingkup kecamatan saya rasa terlalu luas



  • Klo informasi daerak kabupaten bogor
    Harus lewat mana



  • Mohon arahan,.. Bapak saya waktu nyepi kemarin pulang kampung naik bus ke tabanan Bali mengunjungi nenek disana saat ini masih di Bali krn keluarga disini menyarankan utk stay diBali sampai pandemi ini berakhir dan dilihat sampai dengan saat ini pandemi juga tdk berkurang, bapak saya mendesak ingin kembali ke surabaya karena juga ada pekerjaan. Apa yang kami sebagai keluarga harus lakukan? mengingat dirumah banyak anak kecil juga kemudian bapak saya usia 53 th punya riwayat diabetes, pernah tbc beberapa tahun yg lalu dan pulang k sby dengan bus? Mohon arahannya


  • Relawan

    Dear @dbrinred24
    Terimakasih atas pertanyaannya. Izinkan saya membantu menjawab

    Saya menyarankan untuk tetap dirumah terlebih dahulu sesuai himbauan dari pemerintah serta menerapkan physical distancing. Jika bapak anda akan melakukan perjalanan pulang maka akan ada risiko penularan kepada anggota keluarga ataupun rekan kerja yang tanpa disadari sebelumnya. Yang mana risiko penularan tersebut didapatkan selama di perjalanan. Oleh karena itu, kami menghimbau agar menunda hal tersebut sebelum wabah ini berakhir.

    Anda bisa mengecek kondisi anda dan keluarga melalui http://checkupcovid19.jatimprov.go.id/

    Apabila dalam keadaan mendesak dan mengharuskan untuk melakukan perjalanan pulang. Prinsip yang harus dilakukan adalah :
    Protokol Keluar Rumah
    • Pakai jaket atau baju lengan panjang
    • Pakai masker saat mau keluar
    • Diusahakan tidak menggunakan transportasi umum, jika memungkinkan gunakanlah kendaraan pribadi
    • Lapisi tisu/kain pada jari tangan saat mau menyentuh apapun. Langsung buang tisu ke tempat sampah. Atau menggukan siku saat mau mendorong pintu atau memijit tombol di lift
    • Batuk dan bersin dengan etika yang benar yaitu menggunakan tisu atau lengan. Langsung buang tisu ke tempat sampah. Lalu segera cuci tangan atau pakai hand sanitizer
    • Usahakan transaksi non tunai jika memungkinkan, sehingga tidak banyak menyentuh uang kertas atau logam
    • Segera cuci tangan atau pakai hand sanitizer setelah menyentuh benda-benda umum apapun
    • Menjaga jarak aman dengan orang lain, saat antri atau saat berkomunikasi. Jarak yang dianjurkan yaitu sekitar 1-2 meter

    Protokol Masuk Rumah
    • Ketika sudah sampai di rumah, jangan menyentuh benda apapun apalagi bersalaman
    • Segera buka sandal/sepatu sebelum masuk ke dalam rumah
    • Simpan tas, dompet, dan barang lainnya ke tempat khusus
    Segera buka pakaian dan simpan ke dalam cucian kotor atau bila perlu segera mencucinya.
    Segera mandi menggunakan sabun. Keramas bila diperlukan.
    Jika tidak memungkinkan untuk mandi, maka bersihkan semua area tubuh yang terpapar dengan lingkungan luar terutama wajah dan telapak tangan
    • Bersihkan HP. Kacamata dan benda lainnya yang digunakan saat berada di lingkungan luar selama perjalanan mudik
    • Bersihkan seluruh permukaan benda yang dibawa menggunakan desinfektan

    Serta siap menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.harus menjaga jarak dengan keluarga saat berkomunikasi. Bahkan harus memiliki kamar/ruangan khusus terpisah dari anggota keluarga lain.
    Dan menerapkan PHBS, termasuk makan makanan bergizi, menerapkan etika batuk dan bersin yang benar, rajin mencuci tangan dengan sabun

    Terimakasih
    Semoga jawaban ini bisa membantu



  • Terima kasih atas jawabannya sangat membantu, Mohon izin bertanya lagi jika urgent dan mengharuskan untuk melakukan perjalanan pulang selain menjalankan protokol yg Ibu sarankan diatas apakah bisa sesampainya di sby melakukan tes covid di rs kemudian isolasi atau setelah isolasi baru tes covid ( khawatir terkadang yg positif covid tanpa gejala)?


  • Relawan

    Halo @assyifatu
    Mohon izin menambahkan

    Utk dapat mengetahui jumlah kasus di wilayah tertentu dapat menggunakan layanan radar kami di link berikut:
    http://infocovid19.jatimprov.go.id/wacovid19

    Apabila link tersebut error/tidak ada jawaban, maka bisa diulangi membuka link tersebut lagi.

    Terimakasih, semoga membantu.


  • Relawan

    Halo @dbrinred24
    Mohon izin membantu menjawab.

    Utk saat ini pemeriksaan/tes/pengambilan sampel masih diutamakan bagi tenaga medis dan orang dengan status PDP dan ODP. Harap bisa melakukan isolasi mandiri terlebih dahulu setelah menerapkan protokol tersebut di atas dan sampai di rumah.

    Terimakasih, semoga membantu.


  • Relawan

    halo @Maulana92 terima kasih atas pertanyaannya
    Zero Positive atau tidak adanya yang positiv terhadap COVID19 bukan berarti rantai penyebaran terputus begitu saja. ada hal lain yang perlu diperhatikan, sedikit diantaranya yaitu ODP, PDP, pendatang dll. mengapa begitu? karena mereka masih memiliki peluang menjadi positif maka dari itu perlu adanya pengawasan ketat tanpa mencabut status zona merah. selain itu, sangat tidak mungkin jika pemerintah harus bolak balik buka tutup status zona merah ketika kasus 0 positif, sedangkan rantai penyebaran masih berjalan.

    semoga menjawab
    terima kasih


  • Relawan

    halo @jasmine terima kasih atas pertanyaannya
    untuk pejuang PJKA (pulang jumat kembali ahad) saran kami untuk tetap tinggal didaerah kerja. namun jika harus pulang ke rumah, maka mau tidak mau harus menjaga jarak dengan anggota keluarga yang lain minimal 1 meter, jika batuk/bersin silahkan tutup hidung dan mulut dengan lengan tangan bagian dalam atau dengan tissue. jika muncul gejala, segera periksakan ke fasilitas terdekat

    semoga menjawab
    terima kasih





  • @Relawan-Regina min mau tanya, untuk radar covid 19 ini sudah mencapai kelurahan / desa kh?, setau saya baru sampai kecamatan aja ya? Apa sudah update. Terima kasih.


  • Relawan

    Halo @dimas

    Sampai saat ini layanan radar yang tersedia dalam jangkauan kecamatan ya. Sistemnya akan terus diupdate, sambil berkoordinasi juga dengan Dinkes dan Puskesmas masing2 wilayah utk data lengkapnya.

    Terimakasih, semoga membantu.


Log in to reply
 



Pengguna Online: