Suamiku akan safar ke barat



  • Assalamu'alaikum. Selamat pagi para relawan Covid-19 tercinta. Saya sangat khawatir dengan keadaan suami saya yang sedang berada di Ngawi.
    Kemungkinan hari ini akan ikut acara mabit. Yang mengkhawatirkan adalah setelah acara mabit 1 hari di pondok, kemungkinan dia akan pergi safar dgn ustadz nya ke barat dan Bandung.
    Saya nggak berani melarang. Nggak akan mempan dia dgn perkataan dan tangis saya. Dia juga sangat taat dan patuh kpd ustadz nya.



  • @MaE Selamat Pagi,

    Kami tidak menyarankan suami anda untuk melakukan perjalan ke daerah tersebut, karena melihat bahwa daerah tersebut merupakan zona merah. Lebih baik mencegah daripada mengobati, karena kami tidak bisa menjamin kesehatan rombongan. Mungkin ibu, bisa diskusikan kembali dengan suami anda mengenai hal tersebut. Minta ditelaah kembali nilai kepentingan, hingga harus ke daerah zona merah.

    kami menyarankan untuk selalu melakukan sesuai protokol kesehatan dengan menggunakan masker di kerumunan, selalu mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, physical distancing, selalu memperhatikan asupan makanan yang seimbang, olahraga minimal 30 menit.

    Terima kasih dan salam sehat


  • Relawan

    Waalaikumsalam wr wb
    selamat pagi @MaE terima kasih atas pertanyaannya.
    senada dengan jawaban @Relawan-Fidel kami menyarankan untuk tidak bepergian jauh terlebih dahulu, terlebih jika rombongan dan tujuan ke zona merah.
    namun, jika memang hal tersebut tidak bisa dibendung lagi, maka ada beberapa langkah yang HARUS DILAKUKAN setelah perjalanan tersebut selesai dan kembali di rumah. apa yang harus dilakukan? yaitu KARANTINA MANDIRI DI RUMAH SELAMA 14 HARI. mengapa?

    penjelasan :
    inkubasi virus menyerang inangnya umumnya berlangsung selama kurang lebih selama 1 minggu. 14 hari adalah waktu yang ditentukan untuk melihat timbul tidaknya gejala-gejala yang mengarah pada COVID19. dalam masa karantina, suami mbak wajib menjaga jarak dengan anggota keluarga lain, jika timbul batuk/bersin maka lakukan Teknik Batuk dan Bersin dengan benar.
    caranya yaitu :

    1. saat batuk/bersin tutup mulut dan hidung dengan lengan tangan sebelah dalam
    2. jika tidak, lakukan batuk/bersin dengan menutup hidung dan mulut dengan sapu tangan atau tissue

    jika dalam masa karantina tersebut muncul gejala-gejala covid19 (gejala covid dilampirkan diakhir jawaban), silahkan ikuti langkah-langkah berikut :

    1. pakai masker. siapa? suami mbak. jika mbak juga mengalami hal yang sama, maka gunakan masker juga
    2. periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas atau rumah sakit. namun kami lebih menyarankan langsung ke Rumah Sakit.
    3. ceritakan kronologi dari awal hingga akhir bagaimana suami mbak dapat muncul gejala-gejala tersebut. ceritakan pada dokter/perawat yang memeriksa mulai dari awal mengikuti perkumpulan, persiapan keberangkatan safar, kegiatan yang dilakukan, berapa banyak rombongan hingga akhirnya pulang ke rumah dan muncul gejala tersebut
    4. ikuti setiap arahan yang diberikan oleh tenaga medis, karena arahan tersebut pada dasarnya untuk kebaikan bersama. untuk kebaikan pasien, untuk kebaikan tenaga medis dan untuk kebaikan orang sekitar.

    Perlu diketahui bahwa gejala COVID-19 adalah DEMAM DIATAS 38 DERAJAT CELCIUS, SESAK NAFAS, BATUK KERING DAN PILEK/FLU.
    Maka dari itu WHO dan Kemenkes RI menyarankan :

    1. Hindari kontak langsung seperti bersalaman dan cium pipi
    2. Jaga jarak 1 meter atau lebih dengan orang lain
    3. Sering-sering mencuci tangan
    4. Jika merasa tidak sehat, istirahat yang cukup dan tinggal di rumah (isolasi mandiri)
    5. Gunakan masker jika demam dan batuk serta menutup hidung dan mulut dengan tissue/lengan siku dalam saat batuk/bersin
    6. Kunjungi fasilitas kesehatan jika mengalami kesulitan bernafas
    7. Batasi menggunakan transportasi massal kecuali mendesak
    8. Ikuti panduan resmi dan informasi terkini

    Semoga menjawab pertanyaan
    Terima kasih

    Ttd
    Relawan COVID-19


  • Relawan

    Hai @MaE Terimakasih pertanyaannya, kami tidak menyarankan suami anda untuk bepergian jauh. Tetapi apabila hal ini tidak bisa, sebaiknya ketika perjalanan jauh suami Anda selalu memakai masker, jaga kebersihan, selalu makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan imun , dan selalu cuci tangan, selain itu juga membawa handsanitizer yaitu dalam rangka berjaga jaga apabila kesulitan bercuci tangan.

    Namun, setelah melakukan perjalanan jauh.. Sebaiknya laporkan pada puskesmas setempat atau fasilitas pelayanan kesehatan setempat bahwa suami telah bepergian jauh. Hal tersebut dilakukan bertujuan agar ada tindakan pencegahan covid-19 dari mereka. Selain itu, suami anda sepulang dari bepergian wajib menjalankan karantina mandiri selama 14 hari. Yakni dengan tujuan, setelah 14 hari itu apabila ada gejala gejala mirip covid bisa dilaporkan ke tenaga kesehatan setempat

    Terimakasih semoga membantu



  • @Relawan-Fidel terima kasih atas saran baik, dukungan dan ilmunya. Semoga wabah virus ini segera menghilang dari tanah air dan bumi kita. Jazakallah khoir



  • @Relawan-Nindya terimakasih atas saran baik dan ilmunya. Semoga senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Jazakillah khoir



  • @Relawan-DimasSSW terima kasih atas saran baik dan ilmunya. Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Alhamdulilah suami batal safar ke barat. Setelah dinasehati teman2 dan keluarga. Jazakallah khoir


Log in to reply
 



Pengguna Online: