(Ask) Bagaimana prosedur penanganan warga yang baru pulang dari daerah terjangkit atau redzone?



  • Selamat Pagi, semoga tetap sehat untuk hari ini dan seterusnya.
    Saya ingin menanyakan beberapa poin

    • Bagaimana prosedur penanganan jika ada warga yang baru bepergian dari daerah terjangkit/local transmision seperti Surabaya dan Malang? Apakah harus lapor diri ke RT/RW-Faskes-Klinik? Atau cukup mengisolasi diri secara mandiri 14 hari?

    • Apakah bisa melakukan penyemprotan desinfektan secara mandiri tanpa menunggu dari perangkat desa? Sudah ada desakan dari warga tapi tidak bergeming, kebetulan saya based di Kabupaten Kediri yang kemaren malam prescon dinyatakan red zone.

    Terimakasih 🙏🏼


  • Relawan

    Halo @Santi-Sartika
    Bagaimana prosedur penanganan ?
    Jika dirasa anda/ pihak terkait sudah berpergian di daerah terjangkit mengalami gejala ringan seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Bagi beberapa orang gejalanya bisa lebih parah, dan menimbulkan radang paru - paru, atau sulit bernapas. Anda disarankan bisa langsung ke RS rujukan utk penanganan lebih lanjut , tetapi jika anda tidak merasakan gejala apapun disarankan untuk mengisolasi diri dirumah (14 hari lebih baik) jangan lupa terapkan perilaku hidup sehat, cuci tangan 6 langkah dibawah air mengalir.
    Apakah bisa melakukan penyemprotan desinfektan sendiri? Bisa saja jika anda sudah tau bahan dan cara yang digunakan, anda bisa cek di
    https://dinkes.slemankab.go.id/tutorial-pembuatan-dan-pemakaian-desinfektan.html
    Disana terdapat tutorial yang mungkin bisa memudahkan anda membuat desinfektan sendiri dirumah.

    Semoga membantu yaa

    Dara Safira Mellyana A.P
    Mahasiswa Keperawatan


  • Relawan

    Halo @Santi-Sartika izinkan saya membantu menjawab. Setelah anda pergi dari daerah lain yang angka local transmission nya tinggi sangat disarankan untuk melakukan isolasi mandiri dirumah selama 14 hari hal ini dikarenakan anda tidak tau apakah anda terpapar virus covid 19 atau tidak, bisa saja anda sudah terpapar virus covid 19 namun karena kondisi imun anda sedang kuat maka anda tidak menunjukkan gejala sakit dan menjadi carrier yang dapat menularkan virus ini kepada orang lain. Oleh karena itu, disarankan agar anda melakukan isolasi mandiri untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan. Konsumsi makanan yang bergizi dan jaga kebersihan diri. Apabila anda mengalami masalah kesehatan yang mirip gejalanya dengan covid 19 segera lakukan pemeriksaan kesehatan. Anda juga dapat mengunjungi laman checkupcovid19.jatimprov.go.id agar dapat melakukan self assessment.
    Anda juga dapat turut aktif mencegah penularan covid 19 dengan membuat disinfektan sendiri dengan bahan :

    1. 2 sendok makan pemutih dalam 1 liter air
    2. 2 sendok makan karbol dalam 1 liter air
    3. 1 tutup botol pembersih lantai untuk 5 liter air
      Silahkan campurkan bahan tersebut dan gunakan alat perlindungan diri saat melakukan disinfektan.
      Terimakasih semoga membantu

  • Relawan

    Halo @Santi-Sartika

    Menambahkan jawaban dari Relawan Dara, jika saudara habis bepergian dari daerah terdampak covid-19 (atau daerah red zone covid-19) sebaiknya segera melapor ke RT/RW/Kepala desa setempat agar bisa mendapatkan rekomendasi upaya pencegahan penularan serta dapat membantu pemerintah desa untuk mendata warga yang memiliki riwayat bepergian ke luar kota. Sehingga jika nanti terdapat warga dengan riwayat bepergian dan ada gejala dari paparan covid-19 pemerintah desa bisa segera langsung merujuk ke fasyankes untuk mendapat penanganan
    Selanjutnya jika tidak ada gejala dari paparan covid-19 bisa melakukan isolasi mandiri selama 14 hari
    Jika terdapat gejala dari paparan covid-19 bisa segera memeriksakan diri ke fasyankes terdekat

    Terimakasih
    Semoga bermanfaat 🙏



  • Selamat Pagi @Santi-Sartika

    Ijinkan kami menjawab,
    Status warga baru yang di diskripsikan oleh anda kami sebut Kontak Erat, statusnya bisa berubah menjadi ODP/PDP jika yang bersangkutan mengalami gejala antara lain, Demam, Batuk, Sesak Nafas, Pilek (Pastikan Melakukan Pemeriksaan Karena beberapa kasus ada dimana kasus terkonfirmasi positif covid 19 namun tanpa Gejala)
    Saran kami untuk dapat memeriksakan segera ke Fasyankes terdekat sebelum gejala itu muncul. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dimonitor setiap saat antara lain : Kondisi umum, Gejala, Psikologis, Praktik karantina dan/atau isolasi.
    Pastikan warga baru tersebut sadar dan mau melakukan karantina dan/atau isolasi mandiri selama 14 hari.
    Untuk warga yang akan melakukan penyemprotan desinfektan dan upaya lain yang perlu, kami sangat menyarankan hal tersebut baik itu terkoordinasi dengan satuan daerah maupun dilakukan secara mandiri oleh warga.

    Terima kasih



  • Maturnuwun para Relawan untuk penjelasannya 💜💜💜🇮🇩🇮🇩🇮🇩



  • Mohon pencerahannya,yang di maksud dengan ODR itu yg bagaimana?


  • Relawan

    Halo @Mr-Penyet.
    Izinkan saya membantu menjawab pertanyaan saudara.

    ODR (Orang Dalam Resiko) adalah orang yang memiliki riwayat baru atau pernah bepergian dari daerah yang terjangkit Covid-19 namun tidak menunjukkan tanda gejala terjangkit Covid-19.

    Dengan kata lain ODR dalam kondisi sehat, namun harus tetap dipantau dan melakukan isolasi di rumah selama 14 hari.

    Semoga membantu. #dirumahaja



  • Terima kasih atas pencerahannya,saya punya pertanyaan lagi,kita ketahui kota malang sudah termasuk zona merah,dan sepengetahuan saya,banyak warga kota Batu yang beraktivitas di kota Malang,setiap hari, otomatis mereka sudah ODR dan di sarankan dirumah saja 14 hari.. seandainya aktivitas mereka di kota malang tidak bisa di tinggalkan ( bekerja ),saya rasa suatu saat kota batu pun bisa jadi zona merah ( positif covid 19 ), menurut saya istilah ODR ditiadakan saja,karena saya yakin orang batu yg terpapar ODR banyak sekali,karena mereka kebanyakan beraktivitas di kota malang,kita harus nya mengacu ke pusat,ada istilah ODP ,PDP , Suspect dan Positif,jujur saja menurut saya istilah ODR semakin membuat masyarakat resah...terima kasih...



  • Selamat Siang @Mr-Penyet
    Ijinkan kami menjawab
    Terima kasih untuk pertanyaanya,
    Betul sekali istilah ODR sudah tidak lagi kami gunakan untuk memonitor dan bahkan dalam http://infocovid19.jatimprov.go.id/ sudah tidak ada lagi status ODR
    Namun saran kami untuk Kasus Batu dimana memliliki Kontak Erat dengan Malang sebaiknya mulai melakukan karantina dan/atau isolasi mandiri selama 14 hari, lakukan gaya hidup bersih dan sehat, lebih sering cuci tangan, tingkatkan imunitas diri dengan mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi. Lakukan monitoring secara berkala setiap hari antara lain; Kondisi umum, Gejala, Psikologis, Praktik karantina dan/atau isolasi

    Semoga bisa membantu
    Terima kasih



  • Terima kasih atas pencerahannya ,semua kita kembalikan ke diri kita masing-masing,kita juga sudah berusaha untuk menjaga kesehatan tubuh kami baik dari luar maupun dalam, semoga saja cobaan ini segera berakhir, tetap semangat dan selalu waspada... Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu beserta kita semua...Amin..🙏🙏🙏



  • Kembali mohon pencerahannya,laporan dari Kominfo kota Batu,ada yg positif 1 orang,dan kota Batu sudah termasuk zona merah,dan otomatis kami warga kota Batu sudah termasuk ODR ( Kominfo kota Batu dalam laporannya masih menggunakan istilah ODR ini ) dan disarankan isolasi diri selama 14 hari.tetapi pada kenyataannya hari ini masih ada yg keluar rumah bahkan ada jg kendaraan yg plat mobil L Surabaya ada di jalanan kota Batu, terus untuk pemutusan rantai covid 19 ini bagaimana? seperti nya harus ada tindakan tegas,kl kita di kota batu sdh berdiam diri atas instruksi pemerintah tp di luaran masih banyak aktivitas,saya rasa percuma imbauan dari pemerintah.. terima kasih...


  • Relawan

    Halo @Mr-Penyet terima kasih atas informasi dan saran yang Anda berikan

    Saya izin untuk menanggapi.

    Kebijakan penutupan akses (lockdown) adalah kewenangan pemerintah pusat.

    Imbauan social distancing jika tidak dilakukan oleh orang lain setidaknya dilakukan oleh Anda ya.

    Harap berhati hati dengan beredarnya kabar hoax mengenai covid-19 ini.

    Sekarang dimulai dari Anda untuk tetap #dirumahaja dan dapat melakukan beberapa upaya seperti physical distancing, minum air putih 8 gelas perhari, makan makanan bergizi dan seimbang, cukup tidur 7-8 jam perhari, jangan panik dan hindari stress, olahraga ringan minimal 30 menit perhari, terapkan etika batuk dan bersin, rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta perilaku hidup bersih dan sehat lainnya. Jika sakit dengan gejala ringan silakan isolasi mandiri di rumah. Jika sakit dengan gejala berat silakan kunjungi fasilitas layanan kesehatan terdekat.

    Demikian semoga dapat membantu dan Anda sekeluarga diberikan kesehatan selalu.

    Deteksi dini covid-19 dapat melalui
    https://checkupcovid19.jatimprov.go.id/covid19/

    Info lengkap kunjungi infocovid19.jatimprov.go.id

    Salam... 🙂

    Eswahos Shofiq
    Mahasiswa Ilmu Gizi dan Dietetika



  • Dear @Mr-Penyet

    Terimakasih atas saran yabng disampaikan
    Mohon ijin menjawab
    Untuk menekan risiko penularan COVID-19 pemerintah memang sudah menghimbau untuk seluruh warga Indonesia #dirumah saja sampai waktu yang belum bisa ditetapkan
    Namun apabila saudara menjumpai terdapat kerumuman warga disekeliling saudara, saudara berhak untuk saling mengingatkan, atau saudara lapor ke aparat sipil setempat seperti pak RT, RW, atau kepolisian demi keselamatan bersama
    Lebih baik mencegah daripada mengobati

    Semoga membantu
    Terimakasih


Log in to reply
 



Pengguna Online: