Ronda (berkumpul) dari Malam hingga Pagi di beberapa wilayah mohon dievaluasi kembali.



  • Contohnya beberapa wilayah di Malang menerapkan sistem ronda malam hingga pagi hari. Bertepatan dengan pandemi covid-19 yang bahkan sholat tarawih saja ditiadakan, masjid pun tidak beroprasi normal. Kenapa malah digalakkan untuk rutin secara bergiliran berkumpul malam hingga pagi? Bahkan dikoordinir oleh Babinsa setempat?
    Apakah sholat tarawih yang hanya 30 menit jauh lebih berbahaya daripada ngumpul dari malam hingga pagi hari bahkan ada yang sampai 7 jam?
    Urgensinya ronda malam di tengah pandemi apa, yang justru menyebabkan kita tidak dirumah saat malam hingga pagi?
    Cukup membingungkan, secara bersamaan kita dilarang keluar rumah namun diwajibkan di luar rumah.
    Belum lagi bagi pekerja aktif yang tidak dapat waktu istirahat karena esok harinya langsung bekerja. Jadi tidak tidur sama sekali selama 24 jam.
    Bukannya prioritas utama di tengah pandemi adalah kesehatan per INDIVIDU terlebih dahulu. Satu sakit, melemah dan tertembus covid-19 maka yang lain juga terkena imbas bukan?
    Apakah tidak bisa dievaluasi kembali?


Log in to reply
 



Pengguna Online: